- Home
- Lingkungan
- Tim Gabungan Bengkalis Bersihkan Sisa Material Proyek Pedestarian Penyebab Banjir
Tim Gabungan Bengkalis Bersihkan Sisa Material Proyek Pedestarian Penyebab Banjir
Selasa, 24 Januari 2017 19:19 WIB
BENGKALIS - Tim gabungan dari Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas perumahan dan Pemukiman membersihkan sisa material proyek pembuatan pedestarian (tempat jalan kaki,red) yang ada di sejumlah titik.
Sisa material yang ada di dalam gorong-gorong ini diduga menjadi salah satu penghambat aliran air. Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas PU Bengkalis, Tajul Mudaris, kepada wartawan, Selasa (24/1/17) di Bengkalis.
"Sejak semalam (Senin,red) kita bersama tim gabungan menelusuri titik-titik lokasi proyek pedestarian. Setelah kita telusuri, ada sebagian dari material proyek berupa kayu-kayu yang tertinggal di dalam parit. Kayu-kayu inilah yang menjadi salah satu penyebab banjir," katanya.
Dikatakan, material-material kayu ini digunakan oleh rekanan sebagai penyangga, karena pedestarian dibangun di atas parit dan sekaligus menjadi penutup parit. Ketika proyek selesai, entah karena lupa atau sengaja, material-material tersebut tidak dibuang.
"Hasil penelusuran kita memang tidak di semua titik. Hanya titik-titik tertentu, tapi tetap berpotensi mengurangi kecepatan aliran air,"katanya.
Dari Senin hingga Selasa, tim gabungan sudah menuntaskan pekerjaan membuang material material proyek yang tertinggal tersebut. Seperti sepanjang Jalan Gatot Subroto-HOS Cokroaminoto, Jalan Tandun -perempatan Hang Tuah - Pattimura, dan Jalan Parit Bangkong.
"Memang setelah kita bersihkan, tingkat genangan air di sekitar kawasan tersebut mulai berkurang," katanya lagi.
Sementara itu, sejak tadi malam hingga saat ini, kota Bengkalis dan sekitarnya masih diselimuti awan mendung serta diiringi hujan gerimis. Dengan intensitas hujan yang tidak begitu lebat, tampak genangan air di sejumlah tempat mulai turun.
Beberapa toko yang pada hari Senin (23/1) tutup, pada hari Selasa terlihat beroperasi walau dengan kondisi lantai masih lembab dan air masih tergenang di halaman ruko.
(der/boc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026
-
Lingkungan
Bupati Rokan Hilir Berjanji Tuntaskan Persoalan Banjir Bagansiapiapi
-
Lingkungan
Antisipasi Banjir Lewat Normalisasi Sungai Dumai
-
Lingkungan
Hujan Lebat Bikin Ribuan Rumah Warga Pekanbaru Terendam Banjir
-
Lingkungan
Dinas PUPR Dumai Normalisasi Drainase Tersumbat Sampah
-
Sosial
Masyarakat Kecewa, Presiden Jokowi tak Kunjungi Korban Banjir di Riau

