• Home
  • Meranti
  • Wabup Meranti Nilai Pemprov Riau dan Pusat Tak Adil Alokasikan Anggaran

Wabup Meranti Nilai Pemprov Riau dan Pusat Tak Adil Alokasikan Anggaran

Syawal Kamis, 29 Maret 2018 19:18 WIB
Wabup Meranti Nilai Pemprov Riau dan Pusat Tak Adil Alokasikan Anggaran.
MERANTI - Pemerintah Pusat dan Provinsi Riau dinilai kurang adil terhadap alokasi anggaran yang dikucurkan sangat kecil ke Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Demikian kekecewaan ini disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim saat menghadiri acara Musrenbang RKPD Provinsi Riau Tahun 2018 yang dilaksanakan di Pekanbaru.

Dihadapan Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, Wabup Said Hasyim, mengungkapkan sebagai sebuah kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau yang mencapai 28.9 persen, harusnya Meranti mendapat perhatian khusus. 

Apalagi Meranti berada didaerah perbatasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional, namun kenyataannya cukup menyedihkan, Meranti justru mendapat alokasi anggaran paling kecil baik dari APBD Provinsi Riau maupun APBN.

Selain itu Meranti merupakan satu satunya Kabupaten Kepulauan di Riau, yang hingga saat ini masih terisolir karena hanya terbuka akses 4 jam dalam sehari dengan menggunakan angkutan laut.

"Namun meski berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan negara tetangga singapura dan malaysia kondisi real sangat bertolak belakang, meranti merupakan Kabupaten termiskin di provinsi riau," ujar Wakil Bupati H Said Hasyim.

Ditetapkannya Meranti sebagai kawasan strategis nasional sejauh ini, hanya simbol saja pasalnya belum satupun proyek strategis nasional yang terealisasi di Meranti.

"Meski ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional namun belum ada satupun program strategis Nasional yang dijalankan," aku Wabup.

Adapun masalah strategis di Meranti yang sangat butuh perhatian dikatakan Wakil Bupati H Said Hasyim, adalah keterbatasan infrastruktur, khususnya infrastruktur penghubung seperti jalan dan jembatan. 

Hal ini dinilai sangat krusial karena kondisi daerah yang berpulau menyebabkan sebagian besar Desa dan Kecamatan yang ada di Meranti terisolir.

"Bahkan ada salah satu daerah yang mana untuk menempuh perjalanan ke Kabupaten harus membawa uang 500 ribu rupiah sebagai ongkos PP, itupun hanya bisa dilalui siang, jika ada orang sakit malam dan butuh perawatan bisa bisa keduluan meninggal," ungkap Wakil Bupati.

Selain itu masalah yang juga perlu menjadi perhatian Pemerintah provinsi dan pusat adalah, abrasi yang terus melanda daratan Meranti yang mengancam batas teritorial Indonesia karena setiap tahun sepanjang 12 Meter daratan habis akibat abrasi.

"Abrasi di Meranti sangat luar biasa, mengancam batas teritori negara, ini harus menjadi perhatian kita semua," paparnya.

Sejauh ini meski diberi angin segar, sebagai kawasan perbatasan, strategis nasional, beranda terdepan Indonesia dan masuk dalam Nawa Cita Presiden Jokowi. Pastinya Kabupaten Meranti belum merasakan perhatian dari pemerintah pusat. 

Untuk itu dihadapan jajaran pemprov Riau dan perwakilan pemerintah pusat yang hadir. Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim kembali berharap Meranti lebih diperhatikan agar mampu mengejar ketertinggalan dan berdiri sejajar dengan Kabupaten lainya di Indonesia.

"Kami berharap kedepan meranti mendapat perhatian dari pemerintah baik provinsi dan pusat, tidak seperti saat ini meski sudah mengajukan berbagai proposal namun tetap saja bankeu yang diperoleh meranti paling kecil dibandingkan daerah lainnya," ucap Wabup kecewa. 

(fan/hlc)
Tags Pemkab MerantiWabup Meranti
Komentar