Mabes Polri Antisipasi Gerakan Terorisme dan Ekstrimisme Simpatisan Taliban
Wili Hidayat Senin, 23 Agustus 2021 10:41 WIB
JAKARTA - Mabes Polri mulai mengantisipasi dengan melakukan penyelidikan terhadap pergerakan setiap orang yang diduga terafiliasi dengan Taliban.
Ini untuk mengantisipasi euforia pasca kemenangan Taliban mengambil alih kekuasaan dari pemerintah Afghanistan, yang memungkinkan terjadinya gerakan terorisme dan ekstrimisme di Indonesia.
"Kami sedang melakukan penyelidikan. Ada kaitannya atau tidak, belum bisa ditentukan. Yang pasti Polri bergerak menyelidiki hal ini," tegas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin (23/8/2021).
Diungkapkannya, segala kemungkinan dapat terjadi sebagi euforia dari para simpatisan atau pihak-pihak yang terafiliasi dengan Taliban.
Sehingga penyelidikan tersebut dianggap penting, guna mempersempit ruang gerak dari Taliban di tanah air.
Ditambah lagi sejauh ini Polri masih belum memiliki data detail orang-orang yang terafiliasi dengan Taliban di Indonesia.
"Polri tetap waspada. Kita bergerak di lapangan, mengumpulkan berbagai informasi dan data. Ini dilakukan dalam rangka penyelidikan terkait itu," terangnya.
Seperti diketahui, setelah Amerika Serikat menarik pasukannya dari Afghanistan, gerakan nasionalis Islam Taliban mengambil alih pemerintahan.
Akibatnya, warga Afghanitan berupaya keluar dari negara tersebut. Chaos pun terjadi. Termasuk di Bandara Kabul yang menewaskan sejumlah warga sipil.
Ini untuk mengantisipasi euforia pasca kemenangan Taliban mengambil alih kekuasaan dari pemerintah Afghanistan, yang memungkinkan terjadinya gerakan terorisme dan ekstrimisme di Indonesia.
"Kami sedang melakukan penyelidikan. Ada kaitannya atau tidak, belum bisa ditentukan. Yang pasti Polri bergerak menyelidiki hal ini," tegas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin (23/8/2021).
Diungkapkannya, segala kemungkinan dapat terjadi sebagi euforia dari para simpatisan atau pihak-pihak yang terafiliasi dengan Taliban.
Sehingga penyelidikan tersebut dianggap penting, guna mempersempit ruang gerak dari Taliban di tanah air.
Ditambah lagi sejauh ini Polri masih belum memiliki data detail orang-orang yang terafiliasi dengan Taliban di Indonesia.
"Polri tetap waspada. Kita bergerak di lapangan, mengumpulkan berbagai informasi dan data. Ini dilakukan dalam rangka penyelidikan terkait itu," terangnya.
Seperti diketahui, setelah Amerika Serikat menarik pasukannya dari Afghanistan, gerakan nasionalis Islam Taliban mengambil alih pemerintahan.
Akibatnya, warga Afghanitan berupaya keluar dari negara tersebut. Chaos pun terjadi. Termasuk di Bandara Kabul yang menewaskan sejumlah warga sipil.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Editor : Hadi PramonoSumber : Cakaplah.com
Tags berita polriBerita Riau Terkinigerakan terorisMabes Polririau hari initalibanterorisme
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Abdul Wahid Bantah Perintah Setoran di Sidang Tipikor Pekanbaru
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Sosial
PWI Riau Bekukan 9 Kepengurusan PWI Kabupaten Kota
-
Sosial
HUT ke-67 Provinsi Riau, Momentum Semakin Berkembangnya Ekonomi Riau
-
Sosial
Bupati Kasmarni Ikut Rapat Bersama Plt. Gubri Bahas Sejumlah Isu Pembangunan

