• Home
  • Nasional
  • PLTN Terapung satu-satunya di dunia siap beroperasi

PLTN Terapung satu-satunya di dunia siap beroperasi

Rony Pratama Jumat, 25 Mei 2018 22:19 WIB
MURMANSK - Di awal Mei 2018, Rusia meluncurkan fasilitas nuklir terapung yang diberi nama Akademik Lomonosov. Unit PLTN terapung ini dibuat dan dikembangkan oleh BUMN nuklir Rusia, Rosatom.

Saat ini, unit Adamik Loonosov sedang ditambatkan di Murmansk untuk pengisian bahan bakar. Setelah diisi, Akademik Lomonosov akan dipindahkan ke Kota Pevek, Rusia Timur, untuk disambungkan ke jaringan listrik dan siap beroperasi sebagai satu-satunya PLTN terapung di dunia.

Kehadiran PLTN terapung Akademik Lomonosov bertujuan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga batu bara dan PLTN yang sudah tua di Bilibino. Tenaga yang dihasilkan dapat memasok listrik untuk lebih dari 50.000 penduduk dan mengurangi puluhan ribu ton emisi CO2 setiap tahunnya.

Dalam perjalanannya ke Murmansk, Akademik Lomonosov menempuh jarak 4.000 kilometer dan mengarungi Laut Baltik, Laut Utara, Laut Norwegia, dan Laut Barents. Kapal berhenti di tepi Barat Norwegia, dimana Lomonosov menerima kunjungan dari media dan ahli lingkungan Norwegia.

Pada kesempatan yang sama, terdapat juga upacara penyambutan kedatangan yang diselenggarakan di Atomflot (unit maritime dari BUMN nuklir Rusia, Rosatom). 

Upacara ini dihadiri oleh Dirut Rosatom, Alexey Likhachev, Gubernur Chukotka, Roman Kopin, Wakil Gubernur Murmansk, Eugene Nikora, Wakil Direktur Rosatom, Alexander Lokshin, Dirut Rosenergoatom, Andrey Petrov, dan Dirut Atomflot, Vyacheslav Ruksha.

Direktur Utama Rosatom Alexey Likhachey mengatakan, “Sejauh ini proses pengoperasian Akademik Lomonosov berjalan dengan sukses. Kami berhasil membawanya ke Murmansk untuk pengisian bahan bakar sekaligus untuk meluncurkan proyek ini. Akademik Lomonosov adalah hasil kerjasama dari berbagai perusahaan dan bukti kekuatan sains yang kuat dari para ilmuwan Rusia. Sebagai PLTN terapung pertama di dunia, proyek ini akan menjadi referensi untuk negara-negara lain yang hendak mengembangkan PLTN, terutama negara-negara kepulauan yang mungkin kesulitan untuk membangun infrastruktur dalam skala besar.”

PLTN terapung ini mendapatkan banyak respon positif dari para ahli lingkungan dan gerakan ramah lingkungan. Memanfaatkan tenaga nuklir adalah salah satu cara yang paling memungkinkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar batu bara, serta mengurangi jutaan ton emisi CO2 dan polusi yang mengakibatkan kehancuran ekosistem.

Direktur Eksekutif dari New World Organization, Ben Heard, mengungkapkan, “Ekosistem di Artik merupakan salah satu yang rentan terkena dampak dari perubahan iklim. PLTN ini bisa menggantikan pembangkit listrik batu bara dan menyuplai listrik untuk 50.000 orang, sehingga menjadi jawaban yang tepat karena belum ada sumber daya terbarukan yang bisa menggantikannya.”

“Untuk masalah keamanan, PLTN Akademik Lomonosov telah mendapatkan persetujuan dari IAEA (Badan Atom dan Energi Internasional). Dengan awak operasional yang berpengalaman, PLTN ini bisa memberikan manfaat yang signifikan. Kini, komunitas yang lebih terpencil bisa mendapatkan sumber energi yang handal dan terjangkau dengan tenaga nuklir.”

Bahan bakar nuklir akan dimuat ke reaktor Akademik Lomonosov dalam beberapa bulan mendatang. Pada tahun 2019, FPU nuklir Akademik Lomonosov diperkirakan akan ditarik ke pelabuhan laut Pevek dengan kecepatan 3,5-4,5 knot. Pekerjaan konstruksi untuk membangun infrastruktur di pantai sedang berlangsung di Pevek. Dengan demikian, ketika Akademik Lomonosov sampai di tepi Kota Pevek, semua dermaga, struktur hidraulik, dan bangunan-bangunan penting lainnya akan siap beroperasi.

(rdk/rls)
Tags NuklirPLTN
Komentar