• Home
  • Hukrim
  • Lanal Dumai Telusuri Pemilik 700 Karung Pakaian Bekas Ilegal Asal Malaysia

Lanal Dumai Telusuri Pemilik 700 Karung Pakaian Bekas Ilegal Asal Malaysia

Hadi Pramono Jumat, 25 Mei 2018 22:10 WIB
Sejumlah awak kapal pengangkut ball pakaian bekas ilegal memindahkan ball pakaian belas di Dermaga TNI AL Bangsal Aceh, Kota Dumai, Jum'at (25/5/2018). Tim Patroli Lanal Dumai gagal penyelundupan ratusan ball pakaian bekas. Tribun Pekanbaru
DUMAI - Pemilik 700 karung pakaian bekas ilegal asal Malaysia yang diamankan Lanal Dumai, Rabu (23/5) kemarin masih misterius. Pihak Lanal Dumai kini masih menelusuri siapa pemilik barang impor ilegal tersebut.

Demikian disampaikan Danlanal Dumai, Kolonel Laut (e) Yose Aldino saat ekspos kepada awak media di Dermaga TNI AL Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Jumat (25/5/18). "Kita masih mengejar siapa pemilik barang ini," ucapnya.

Dijelaskannya, penangkapan ratusan ball pakaian bekas asal Malaysia di Peraian Api Api Selat, Kabupaten Bengkalis. Ada dugaan kapal Teguh I GT 70 hendak membawa ratusan ball pakaian bekas menuju kawasan Bengkalis.

Menurut Yose, pihaknya belum memastikan jumlah kerugian negara akibat penyelundupan tersebut. Mereka juga berkordinasi dengan Bea Cukai Dumai terkait barang tegahan tersebut. Pihak Lanal Dumai masih mendalami dugaan pelanggaran lain oleh para awak kapal.

Mereka sudah melakukan pemeriksaan intensif terhadap keenam awak kapal. Para awak kapal mengaku baru satu kali mengangkut ratusan ball pakaian bekas tersebut. Kapal rencananya bongkar muat di sekitar Perairan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

"Kita lakukan penahanan terhadap kapal dan awak kapal karena diduga melakukan pelanggaran kepelayaran dan kepabeanan," papar Yose seperti dikutip Tribun Pekanbaru.

Penegahan kapal ini dalam upaya mencegah aksi penyelundupan di perairan. Mereka juga menindaklajuti adanya barang bukti lain di kapal. Pihak TNI AL mengakui masih ada upaya penyelundupan ke Perairan Riau dan sekitarnya.

Perairan Riau yang strategis jadi lokasi arus barang ilegal yang masuk berasal dari sejumlah pelabuhan di negeri jiran. Di antaranya Port Klang, Port Dickson, Malaka, Batu Pahat dan Jurong Singapur.  Tim Lanal Dumai melakukan patroli secara rutin untuk antisipasi masuknya barang ilegal.

(zik/zik)

Tags Barang IlegalLanal Dumai
Komentar