Selfie Monyet Sulawesi, Fotografer Inggris Kesal pada Wikipedia
Jumat, 08 Agustus 2014 22:04 WIB
RHC - Hak cipta foto selfie sudah pasti milik orang yang berfoto, tapi bagaimana jika itu dilakukan seekor monyet? Hal itulah yang kini menjadi sumber masalah fotografer David Slater dengan Wikipedia. Klaimnya terhadap hak cipta selfie seekor monyet di Sulawesi ditolak website berbasis di Amerika Serikat itu.
David memiliki foto selfie monyet jenis black macaques itu saat menjelajahi hutan di Sulawesi pada 2011 lalu. Ia mengaku bahwa foto close up monyet hitam yang menyeringai lebar tersebut diambil sendiri oleh binatang langka itu sendiri. Saat itu si monyet rupanya penasaran dengan kamera yang dibawa David dan secara tak sengaja menekan tombol memotret.
Ketika mengikuti perjalanan 20 monyet tersebut, David rupanya malah "dikerjain" dengan mereka memainkan peralatan memotretnya. Akhirnya, fotografer pemenang award Wildlife Photograph Inggris itu memasang kamera di tripod agar tidak bisa dibawa kabur si monyet. Alhasil kawanan primata itu menikmati sesi selfie selama setengah jam.
"Mereka menempatkan moncong mereka tepat di depan lensa dan mulai menjepret. Itu seperti kegembiraan melihat bayi memainkan mainan. Benar-benar menyenangkan," ucap David. "Dia melihat bayangannya di lensa dan menunjukkan deretan giginya ketika melihat sosok yang tidak dikenalinya itu."
Ternyata selfie itu nongol di Wikipedia tanpa seijin David, bahkan disediakan gratis untuk diunduh dalam ukuran resolusi tinggi. Kini fotografer asal Inggris itu berencana menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak cipta miliknya. Pasalnya, Wikipedia menolak membayar ke David karena selfie itu diambil oleh si monyet sendiri sehingga hak cipta ada padanya, bukan pada pria berusia 49 tahun tersebut.
"Masalah ini pada urusan teknis. Aku yang memiliki fotonya tapi karena monyetnya menekan tombol dan terjepret lensa kamera maka mereka mengklaim hak ciptanya milik si monyet," ucap David. "Ada lebih banyak lagi soal hak cipta tentang siapa yang menekan tombol kamera. Aku yang menyiapkan pemotretan, aku yang berada di belakang komponen pendukung pengambilan gambar itu."
Wikipedia Tolak Hapus Foto Selfie Monyet Sulawesi
Situs ensiklopedia online, Wikipedia, menolak permintaan fotografer asal Inggris, David Slater, menghapus foto selfie seekor monyet Indonesia dari situsnya. Menurut Wikipedia, Slater tidak memiliki hak cipta atas foto tersebut karena bukan ia yang mengambil foto itu, melainkan si monyet itu sendiri meski foto diambil dari kameranya.
“Di bawah undang-undang Amerika Serikat, hak cipta tidak dapat dimiliki oleh nonmanusia,” kata Katherine Maher, juru bicara Wikimedia Foundation--organisasi pusat Wikipedia--kepada AFP, yang dikutip oleh Straits Times, Kamis, 7 Agustus 2014.
Menurut Slater, foto itu didapat waktu ia mengikuti monyet tersebut di Indonesia pada 2011. Si monyet sempat merampas kameranya dan tak sengaja ber-selfie dengan pose meringis.
Dalam waktu 15 menit setelah diunggah, foto ini langsung menjadi headline di seluruh dunia dan menjadikan Slater terkenal. Namun Slater merasa dirugikan ketika Wikipedia menggunakan foto tersebut untuk situsnya tanpa membayar royalti. Padahal, selama ini ia hidup dari hasil pembayaran royalti atas foto-fotonya.
Ia mengaku kehilangan penghasilan sebesar 10 ribu euro atau sekitar Rp 200 juta dalam dua tahun karena kasus ini. "Saya menerima 2.000 euro atau hampir Rp 40 juta (dari foto tersebut) pada tahun pertama gambar ini diambil. Namun, setelah berada di Wikipedia, tidak ada lagi yang mau membeli,” tutur pria yang berasal dari Coleford itu.***(wkc)
David memiliki foto selfie monyet jenis black macaques itu saat menjelajahi hutan di Sulawesi pada 2011 lalu. Ia mengaku bahwa foto close up monyet hitam yang menyeringai lebar tersebut diambil sendiri oleh binatang langka itu sendiri. Saat itu si monyet rupanya penasaran dengan kamera yang dibawa David dan secara tak sengaja menekan tombol memotret.
Ketika mengikuti perjalanan 20 monyet tersebut, David rupanya malah "dikerjain" dengan mereka memainkan peralatan memotretnya. Akhirnya, fotografer pemenang award Wildlife Photograph Inggris itu memasang kamera di tripod agar tidak bisa dibawa kabur si monyet. Alhasil kawanan primata itu menikmati sesi selfie selama setengah jam.
"Mereka menempatkan moncong mereka tepat di depan lensa dan mulai menjepret. Itu seperti kegembiraan melihat bayi memainkan mainan. Benar-benar menyenangkan," ucap David. "Dia melihat bayangannya di lensa dan menunjukkan deretan giginya ketika melihat sosok yang tidak dikenalinya itu."
Ternyata selfie itu nongol di Wikipedia tanpa seijin David, bahkan disediakan gratis untuk diunduh dalam ukuran resolusi tinggi. Kini fotografer asal Inggris itu berencana menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak cipta miliknya. Pasalnya, Wikipedia menolak membayar ke David karena selfie itu diambil oleh si monyet sendiri sehingga hak cipta ada padanya, bukan pada pria berusia 49 tahun tersebut.
"Masalah ini pada urusan teknis. Aku yang memiliki fotonya tapi karena monyetnya menekan tombol dan terjepret lensa kamera maka mereka mengklaim hak ciptanya milik si monyet," ucap David. "Ada lebih banyak lagi soal hak cipta tentang siapa yang menekan tombol kamera. Aku yang menyiapkan pemotretan, aku yang berada di belakang komponen pendukung pengambilan gambar itu."
Wikipedia Tolak Hapus Foto Selfie Monyet Sulawesi
Situs ensiklopedia online, Wikipedia, menolak permintaan fotografer asal Inggris, David Slater, menghapus foto selfie seekor monyet Indonesia dari situsnya. Menurut Wikipedia, Slater tidak memiliki hak cipta atas foto tersebut karena bukan ia yang mengambil foto itu, melainkan si monyet itu sendiri meski foto diambil dari kameranya.
“Di bawah undang-undang Amerika Serikat, hak cipta tidak dapat dimiliki oleh nonmanusia,” kata Katherine Maher, juru bicara Wikimedia Foundation--organisasi pusat Wikipedia--kepada AFP, yang dikutip oleh Straits Times, Kamis, 7 Agustus 2014.
Menurut Slater, foto itu didapat waktu ia mengikuti monyet tersebut di Indonesia pada 2011. Si monyet sempat merampas kameranya dan tak sengaja ber-selfie dengan pose meringis.
Dalam waktu 15 menit setelah diunggah, foto ini langsung menjadi headline di seluruh dunia dan menjadikan Slater terkenal. Namun Slater merasa dirugikan ketika Wikipedia menggunakan foto tersebut untuk situsnya tanpa membayar royalti. Padahal, selama ini ia hidup dari hasil pembayaran royalti atas foto-fotonya.
Ia mengaku kehilangan penghasilan sebesar 10 ribu euro atau sekitar Rp 200 juta dalam dua tahun karena kasus ini. "Saya menerima 2.000 euro atau hampir Rp 40 juta (dari foto tersebut) pada tahun pertama gambar ini diambil. Namun, setelah berada di Wikipedia, tidak ada lagi yang mau membeli,” tutur pria yang berasal dari Coleford itu.***(wkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

