Suami Tewas Kecelakaan Pesawat Helikopter, Istri Sertu Bayu Mengaku Ikhlas
Senin, 28 November 2016 18:09 WIB
BEKASI - Suasana duka menyelimuti kediaman awak Helikopter Bell 412 milik TNI AD yang jatuh di Kalimantan Utara, Sertu Bayu Sadeli Putra, Senin (28/11).
Sejumlah kerabat maupun tetangga terus berdatangan ke rumah duka di Kampung Lokomotif, RT 04 RW 05, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
"Saya mendapatkan kabar dari komandan Almarhum suami pada kemarin malam, beliau mengabarkan kalau suami saya gugur," kata istri Sertu Bayu, Rahmita Dewi (28) kepada wartawan di rumah duka, Senin (28/11).
Ia mengaku awalnya mendapatkan informasi dari ibunya bahwa helikopter yang ditumpangi suaminya hilang kontak. Informasi itu didapat dari running teks di stasiun televisi swasta nasional.
"Saya kemudian berusaha menghubungi markas suami bertugas, katanya disuruh bersabar," katanya.
Kepastian kabar tersebut datang pada Minggu (27/11) malam. Komandan suaminya mengabarkan bahwa Sertu Bayu telah gugur dalam menjalankan tugasnya. Sebab, helikopter yang ditumpangi suaminya mengalami kecelakaan.
"Saya sudah mengikhlaskan, semoga Almarhum diterima di sisi-Nya," ucap ibu dua anak ini.
Sertu Bayu gugur meninggalkan istri dan dua anaknya. Masing-masing Bara Alimsyah (5) dan Rayihan Artarsyah (4 bulan).
Terakhir Bayu pulang ke rumah pada Juli 2016 ketika putra keduanya lahir. Itu pun hanya dua hari kemudian berangkat kembali bertugas.
Pantauan wartawan, kini rumah duka terus didatangi oleh kerabat maupun tetangganya. Mereka datang untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya tentara lulusan Pusat Pendidikan Penerbangan Semarang angkatan tahun 2008 tersebut.
Keluarga Menunggu Kedatangan Jenazah Sertu Bayu Tiba di Dumai
Sertu Bayu, warga Gang Pusaka, Jalan Bintan, Kota Dumai dipastikan tewas dalam insiden kecelakaan pesawat milik TNI di pedalaman Kalimantan, Kamis lalu.
Korban merupakan mekanik pada helikopter Bell 412 EP milik Angkatan Darat tersebut. Keluarga korban mengetahui secara pasti tewasnya Sertu Bayu setelah menantunya memberi kabar Ahad (27/11) malam.
Para pelayat tetangga dan rekan bertugas di Den Arhanud Rudal 004 Dumai berdatangan mengucapkan belasungkawa ke rumah korban. Tangis keluarga besar Nurbay Tanjung pecah ketika melihat gambar kondisi jenazah Sertu Bayu.
Dimana dalam foto tersebut terlihat korban Sertu Bayu dievakuasi tim yang diperlihatkan kawannya.
Meski jenazah korban belum tiba di Dumai, namun rekan Sertu Bayu yang ikut menimba ilmu di Secaba PK TNI AD 2007 Rindam I/Bukit Barisan Pematang Siantar (Kompi -B) itu langsung melayat beserta tetangga langsung melayat.
Sebenarnya, keluarga Sertu Bayu Sadeli Putra telah mendapat kabar kecelakaan helikopter dari berita televisi. Kabar gugurnya Sertu Bayu, baru diketahui keluarga, Ahad (27/11/16) malam lalu.
Sertu Bayu menjadi satu korban kecelakaan Helikopter Bell 412 EP milik TNI Angkatan Darat, yang dinyatakan jatuh di pedalaman Kalimantan, Kamis (24/11/16) lalu.
Nurbay Tanjung mengatakan bahwa mereka mengetahui adanya kecelakaan helikopter dari berita. Namun mereka belum mengetahui nasib dari Sertu Bayu pasca kecelakaan.
Mereka baru mengetahui bahwa Bayu gugur dalam tugas usai dikabari istri Bayu. "Saya dilihatkan foto evakuasi tersebut, kami yakin itu anak kami yang telah tiada. Kami masih menunggu jenazah untuk disemayamkan," harapnya.
Hasil pantauan di rumah orangtua Sertu Bayu, Gang Pusaka, Jalan Bintan, tampak keluarganya tengah berkumpul. Para pelayat tampak berdatangan.
Di antaranya merupakan rekan Sertu Bayu kala menjalani pendidikan di Sekolah Calon Bintara TNI AD di Pematang Siantar.
(rdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
TNI AU Hentikan Operasional Pesawat Tempur F-16 Tergelincir di Pekanbaru
-
Nasional
Tim TNI AD Mampu Bikin Negara lain beri Hormat Merah Putih
-
Hukrim
Jenazah Sertu Bayu Tiba di Dumai, Isak Tangis Keluarga Pecah
-
Sosial
Walikota Dumai Turut Berduka Cita Atas Gugurnya Sertu Bayu Sadeli Putra
-
Hukrim
Jenazah Sertu Bayu Dimakamkan di TMP Damai Sentosa
-
Nasional
Keluarga Sertu Bayu Dirikan Tenda dan Gelar Yasinan di Dumai

