Tan Malaka Pejuang Kemerdekaan dengan 23 Nama Samaran
Hadi Pramono Selasa, 17 Agustus 2021 13:44 WIB
JAKARTA - 17 Agustus 2021, Indonesia menginjakkan usia 76 tahun kemerdekaan. HUT RI ke-76 yang penuh suka dan duka ditengah pandemi Covid-19.
Ada banyak pahwalan dan pejuang kemerdekaan yang namanya jarang terdengar. Salah satunya adalah Tan Malaka. Tan Malaka berjuang untuk kemerdekaan bahkan dengan 23 nama samaran.
Namun, jarang masyarakat tahu, Jauh sebelum merdeka ada seorang misterius Yang menggagaskan ide negara Indonesia untuk pertama kali.
Namanya jarang terdengar, tapi dialah pejuang revolusi yang melampaui zaman. Dia bapak Republik Indonesia. Dialah Tan Malaka.
Tan Malaka kecil senang berpetualang. Hobinya berenang di sungai deras sampai-sampai Ibunya menjewer pusarnya keras-keras.
Tapi dibalik nakalnya, nilai-nilai sekolahnya cemerlang sampai ia begitu dikagumi guru dan berkali-kali membuat warga kampung terkesima.
Sayangnya, kemiskinan keluarganya membuat kepintarannya terancam jadi sia sia. Lalu ada satu keajaiban terjadi.
Warga kampung bergotong royong membiayai Tan Malaka untuk belajar bahkan sampai ke tanah Yang jauh, Eropa.
Pada dinginnya Eropa, Tan Malaka mengkerut dalam kamar sempit dan gelap. Satu-satunya cahaya ia dapatkan dari buku-buku berisi pemikiran kaum intelektual Eropa.
Matanya terbuka menyadari kenyataan bahwa baaanyak ketidakadilan sedang terjadi di dunia. Pikirannya lalu juga melayang ke masa penjajahan yang sedang belangsung di negerinya. Bagi Tan, Buku adalah peluru dan kata-kata adalah senjata.
Ia memutuskan pulang membawa semua pelajaran itu untuk ia siapkan menjadi bahan pertempuran, membela negeri yang tengah menderita: Indonesia.
Tiba di tanah air, pergerakan politik Tan Malaka pun dimulai. Namun belum sempat banyak melawan, ia dikejar habis-habisan oleh pemerintah kolonial. Ia tak punya pilihan, hidupnya habis dalam pelarian. Disinilah masa terburuk hidupnya dimulai.
Ia bersembunyi dengan 23 nama samaran, menjelajah 11 negara, menguasai delapan bahasa, dan bekerja hingga jadi tukang ketik hanya untuk bisa bertahan.
Tapi dibalik itu semua, justru dalam pelarian, karya pemikiran terbesarnya ia lahirkan. Tulang punggung Tan Malaka terlalu keras untuk membungkuk kepada siapapun.
Termasuk cara Soekarno-Hatta yang terbuka untuk berdiplomasi dengan Jepang dalam usaha memerdekakan Indonesia Hingga proklamasi dibacakan.
Secara raga Tan Malaka tak berkesempatan untuk terlibat didalamnya. Setelah proklamasi, namanya kian redup dibawah bayang-bayang 'Soekarno' dan 'Hatta'.
Di tengah sibuknya negosiasi Indonesia-Belanda, Tan Malaka masih percaya melawan adalah jalan keluar terbaik untuk mengusir sang penjajah.
Tak lama setelah itu, ia pun bertemu dengan seorang pemuda Sumatera bertubuh kecil sama seperti dirinya. Sutan Sjahrir namanya.
Ia menitipkan satu pesan yang memunculkan dilema dihati bung kecil. Dimulai lah perjalanan Sjahrir, Untuk memutuskan kemana ia harus berpihak.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Editor : Hadi PramonoSumber : YouTube
Tags Kemerdekaan IndonesiaPejuang KemerdekaanTan Malaka
Komentar
Berita Terkait
-
Hiburan
Anak Banyuwangi yang Lagi Viral, Ini Sosoknya
-
Pendidikan
Keluarga Besar PTPN V Sambut Dwita Paskibraka Nasional 2021
-
Sosial
Tangis Haru Sambut Kedatangan 2 Anggota Paskibraka Nasional 2021 di Riau
-
Pendidikan
Suka Duka Anggota Paskibraka Nasional 2021 di Tengah Pandemi
-
Lingkungan
Perpanjangan Moratorium Sawit Untuk Merdeka dari Korupsi Sumber Daya Alam
-
Hukrim
Polres Kuansing Hentikan Kasus Penurunan Bendera Merah Putih

