• Home
  • Olahraga
  • Wabup Meranti Buka Ujian Kenaikan Tingkat Perguruan Tapa Suci

Wabup Meranti Buka Ujian Kenaikan Tingkat Perguruan Tapa Suci

Senin, 22 Februari 2016 20:07 WIB
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Said Hasyim didampingi Wakil Ketua Pengkab IPSI Meranti Sawaluddin, Ketua Perguruan Bela Diri Tapak Suci Putera Muhamadiyah Dedi Putra, Anggora DPRD Kepulauan Meranti, Ketua Muhamadiyah Kabupaten Kepulauan Meranti
MERANTI - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim secara resmi membuka ujian kenaikan tingkat perguruan Tapak Suci Putera Muhamadiyah, akhir pekan kemarin.

Menurut orang nomor dua di Kepulauan Meranti, menjadi atlet berprestasi tidak cukup dengan latihan saja. Namun perlu dengan berpikir dan daya tangkap yang tinggi dalam menerima pembelajaran untuk menghadapi lawan.

Said Hasyim mengatakan bahwa pencak silat seperti perguruan Tapak Suci ini akan melahirkan insan cerdas. Sebab, kata Said Hasyim, tubuh para atlet perguruan akan senantiasa sehat dengan kegiatan olah tubuh yang sering dilakukan. "Dalam tubuh yang sehat senantiasa akan terdapat akal yang sehat pula," ujar Said Hasyim waktu itu.

Sementara menurut ketua panitia ujian kenaikan tingkat Ade, mengatakan bahwa saat itu ada 130 orang yang mengikuti ujian. Ade juga menyampaikan, anggota Tapak Suci Kepulauan Meranti ada sekitar 450 orang yang berasal dari 6 cabang yakni MI, MTs, dan MA Muallimin, MTs Nurul Huda Centai, SMPN 2 Tebingtinggi dan SMPN 2 Kampungbalak.

"Ujiannya sampai pukul 04.00 dinihari, ditutup Minggu siang," kata Ade.

"Kita menggelar ujian kenaikan tingkat ini setiap 6 bulan sekali. Ini juga sebagai persiapan dalam rangka Kejurda Tapak Suci bulan Maret nanti," tambah Ade.

Di tempat yang sama, Ketua Pimda Tapak Suci Kepulauan Meranti Dedi Putra SHi, sempat menyerahkan bonus berupa uang tunai kepada Fahri Husaini (peraih medali emas) dan Nada Cinta Amanda peraih medali perunggu di Kejurda Tapak Suci Pekanbaru beberapa waktu lalu.

"Saya mengajak para murid perguruan agar mengamalkan prinsip perguruan Tapak suci yaitu 'dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat dan tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah'. Serta harus menyadari bahwa keilmuan Tapak Suci harus dijauhi dari sifat-sifat syirik," kata Dedi Putra pula.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar