- Home
- Pendidikan
- 2016, Pembangunan SMA Negeri 1 Kuansing Dilanjutkan
Delapan Tahun Terbengkalai
2016, Pembangunan SMA Negeri 1 Kuansing Dilanjutkan
Jumat, 09 Januari 2015 14:42 WIB
Ilustrasi.net
KUANSING : Pembangunan enam lokal SMAN 1 Kuansing harus terbengkalai sepuluh tahun. Alasan kesalahan teknis dan peraturan, pembangunan yang dihentikan tahun 2006 baru dapat dilanjutkan tahun 2016 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno mengakui, ada kesalahan tekhnis dalam pembangunan ruang kelas baru di SMA 1 Kuansing yang pembangunannya sudah dimulai tahun 2006 silam.
Akibat kesalahan tekhnis tersebut, bangunan yang dibangun untuk enam lokal ini, terpaksa tidak bisa dilanjutkan menggunakan APBD Riau sehingga tampak terbengkalai sampai saat ini.
"Awalnya dibangun provinsi, tapi ada kesalahan tekhnis, diserahkan pembangunnya ke kabupaten. Rupanya, ada persoalan yang tidak membolehkan kabupaten, sehingga terbengkalailah bangunannya," kata Dwi Agus Sumarno dihadapan anggota Komisi E DPRD Riau, Kamis (08/01/15).
Selanjutnya, kabupaten ingin menyerahkan kembali pembangunannya ke provinsi. Berhubung ada aturan batu yang menyebutkan, penghapusan aset mesti menunggu waktu 10 tahun.
"Penghapusan aset itu butuh waktu 10 tahun, kalau dari 2006, maka di 2016 lah provinsi bisa menganggarkan pembangunannya lagi. Kita tunggulah sampai 2016 nanti," ungkapnya.
Sementara itu, Masnur, Ketua Komisi E DPRD Riau mengatakan, persoalan pembangunan ruang kelas ini merupakan persoalan lama dan pihak yang dianggap terlibat di dalamnya sudah diproses secara hukum, bahkan sudah ada yang di penjara.
"Ini kan persoalan lama, pelaksana sudah di proses hukum. Putusan pengadilan akan menjadi dasar hukum untuk bisa melanjutkan pembangunannya, tentunya mesti melalui penghapusan aset. Intinya, bisa dilanjutkan apabila sudah ada penghapusan aset," tutupnya.
Sejumlah anggota Komisi E DPRD Riau ikut dalam rombongan tersebut, diantaranya, Adriyan, Muhammad Adil, Markarius, Sugeng Pranoto, Syafarudin Poti, Tengku Nazlah Khairati dan Ade Agus Hartanto.
(ary/ary)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno mengakui, ada kesalahan tekhnis dalam pembangunan ruang kelas baru di SMA 1 Kuansing yang pembangunannya sudah dimulai tahun 2006 silam.
Akibat kesalahan tekhnis tersebut, bangunan yang dibangun untuk enam lokal ini, terpaksa tidak bisa dilanjutkan menggunakan APBD Riau sehingga tampak terbengkalai sampai saat ini.
"Awalnya dibangun provinsi, tapi ada kesalahan tekhnis, diserahkan pembangunnya ke kabupaten. Rupanya, ada persoalan yang tidak membolehkan kabupaten, sehingga terbengkalailah bangunannya," kata Dwi Agus Sumarno dihadapan anggota Komisi E DPRD Riau, Kamis (08/01/15).
Selanjutnya, kabupaten ingin menyerahkan kembali pembangunannya ke provinsi. Berhubung ada aturan batu yang menyebutkan, penghapusan aset mesti menunggu waktu 10 tahun.
"Penghapusan aset itu butuh waktu 10 tahun, kalau dari 2006, maka di 2016 lah provinsi bisa menganggarkan pembangunannya lagi. Kita tunggulah sampai 2016 nanti," ungkapnya.
Sementara itu, Masnur, Ketua Komisi E DPRD Riau mengatakan, persoalan pembangunan ruang kelas ini merupakan persoalan lama dan pihak yang dianggap terlibat di dalamnya sudah diproses secara hukum, bahkan sudah ada yang di penjara.
"Ini kan persoalan lama, pelaksana sudah di proses hukum. Putusan pengadilan akan menjadi dasar hukum untuk bisa melanjutkan pembangunannya, tentunya mesti melalui penghapusan aset. Intinya, bisa dilanjutkan apabila sudah ada penghapusan aset," tutupnya.
Sejumlah anggota Komisi E DPRD Riau ikut dalam rombongan tersebut, diantaranya, Adriyan, Muhammad Adil, Markarius, Sugeng Pranoto, Syafarudin Poti, Tengku Nazlah Khairati dan Ade Agus Hartanto.
(ary/ary)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Sosial
Gubernur Riau Sebut Kuansing Potensi Jadi Kawasan Pariwisata
-
Traveler
Pemkab Kuansing Upayakan Perbaikan Pengelolaan Objek Wisata

