- Home
- Pendidikan
- Ini Perbedaan Hari Kelahiran Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila
Menolak Lupa
Ini Perbedaan Hari Kelahiran Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila
Budi Harsono Kamis, 30 September 2021 08:37 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Selama ini masyarakat awam masih bingun membedakan Hari Kelahiran Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila. Agar tidak binggung baca selengkapanya disini.
Hari Kelahiran Pancasila jatuh pada tanggal 1 Juni yang di tandai oleh pidato Presiden Indonesia, Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).
Pidatonya pertama kali mengemukakan konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Adapun sejarahnya berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik.
Mereka kemudian berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.
Lembaga ini bernama Dokuritsu Junbi Cosakai. Pada sidang pertamanya di tanggal 29 Mei 1945 yang di adakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara.
Sejarah Hari Kelahiran Pancasila
Sidang berjalan sekitar hampir 5 hari, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai “Pancasila”.
Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas. Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”.
Kemudian, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”.
Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia Sembilan.
Di dalam panitia sembilan itu ada Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.
Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
Pada siding tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah. Itulah sejarah singkat hari lahir Pancasila, semoga informasi ini bermanfaat.
Mengenal Hari Kesaktian Pancasila
Kemudian mengenai Hari Kesaktian Pancasila berawal dari peristiwa Gerakan 30 September 1965. Peristiwa 30 September 1965 merupakan pemberontakan yang bertujuan menggantikan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Namun, pemberontakan berhasil dihentikan karena bersatu dan kerjasamanya banyak pihak. Pihak-pihak bersatu menjunjung nilai-nilai yang ada dalam Pancasila dan akhirnya pada 1 Oktober di peringati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila
Menurut laporan dari kemdikbud.go.id, pada 1 Oktober 1965 terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap enam jenderal senior.
Beberapa orang lainnya dalam upaya kudeta yang di salahkan kepada para pengawal istana atau cakrabirawa yang di anggap loyal kepada PKI.
Pihak-pihak bersatu menjunjung nilai-nilai yang ada dalam Pancasila dan akhirnya pada 1 Oktober di peringati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Pahlawan Revolusi
Enam jenderal senior dengan sebutan Pahlawan Revolusi yang menjadi korban kekejaman kudeta dari Partai Komunis Indonesia merupakan enam pejabat tinggi Angkatan Darat yaitu:
1. Letjen TNI Ahmad Yani
Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi
2. Mayjen TNI Raden Suprapto
Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi
3. Mayjen TNI Mas Tirtodarmo
Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan
4. Mayjen TNI Siswondo Parman
Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen
5. Brigjen Donald Isaac Panjaitan
Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik
6. Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat
Pahlawan Revolusi Dibuang ke Lubang Buaya
Sementara itu, Jenderal TNI yang bernama Abdul Haris Nasution selamat dari pembuhuhan. Namun, putrinya yang bernama Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam peristiwa pembunuhan.
Para korban pembunuhan di buang ke suatu lokasi Pondok Gede, Jakarta yang di kenal sebagai Lubang Buaya dan jenazah mereka di temukan pada 3 Oktober.
Ada beberapa orang lainnya yang juga menjadi korban yaitu, Bripka karel Satsuit Tubun, Kolonel Katamso Darmokusumo, dan Letkol Sugiyono Mangunwiyoto.
PKI dapat menguasai dua sarana komunikasi vital pasca peristiwa pembunuhan beberapa perwira TNI AD. Yaitu studio RRI di Jalan Merdeka Barat dan kantor Telekomunikasi di Jalan Merdeka Selatan.
PKI menyiarkan pengumuman melalui RRI tentang gerakan 30 September yang di tujukan untuk para perwira tinggi anggota Dewan Jenderal yang akan mengadakan kudeta terhadap pemerintah.
Selain itu, diumumkan juga terbentuknya Dewan Revolusi yang di ketuai letkol Untung Sutopo. 6 Oktober, Soekarno mengimbau rakyat untuk menciptakan persatuan nasional, yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dengan para korbannya, dan penghentian kekerasan.
Biro Politik Komite Sentral PKI menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung pemimpin revolusi Indonesia dan tidak melawan angkatan bersenjata.
Pernyataan itu di cetak ulang di koran CPA bernama “Tribune”. 16 Oktober 1965, Soekarno melantik Mayjen Soeharto menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara.
11 Maret 1966, Soekarno memberi Soeharto kekuasaan tak terbatas melalui surat perintah Sebelas Maret. Soekarno memerintahkan Soeharto untuk mengambil langkah-langkah untuk mengembalikan ketenangan dan melindungi keamanan pribadi dan wibawanya.
Kekuatan ini pertama kali digunakan oleh Soeharto untuk melarang PKI. Soekarno diperintahkan sebagai Presiden Tituler Dikattur Militer sampai Maret 1967.
30 September di peringati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan 1 Oktober di tetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, film mengenai kejadian G30S ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia.
Selain itu, dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dengan dilanjutkan tabur bunga di makan para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Tahun ini, sejumlah televisi nasional dikabarkan akan menayangkan Film G30S PKI.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Editor : Budi Harsono
Tags Berita TerkiniFilm G30S PKIG30S PKIHari Kelahiran PancasilaHari Kesaktian PancasilaHari Lahir PancasilaKesaktian PancasilaLubang BuayaPKIPahlawan RevolusiPancasilaPartai Komunis IndonesiaSoehartoSoekarno
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
Ini Tema Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025
-
Sosial
Tema Hari Lahir Pancasila 2025: Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya
-
Nasional
Ini Alasan Presiden Jokowi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila di Blok Rokan
-
Politik
Djan Faridz dan Gandi Sulistiyanto Soeherman Jabat Watimpres 2023
-
Sosial
Ini Cara Memakai Dasi yang Benar dan Rapi
-
Sosial
Berikut Kumpulan Ide Ucapan Idul Adha 2023

