- Home
- Pendidikan
- Pelaksanaan UN Online Berlangsung Lancar di Dumai
Pelaksanaan UN Online Berlangsung Lancar di Dumai
Senin, 13 April 2015 17:28 WIB
DUMAI - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama ditahun ajaran 2014-2015, Senin (13/4/15) berlangsung dengan penuh keragaman khususnya di Kota Dumai, seperti halnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Erna Kota Dumai yang melaksanakan UN dengan sistem online atau Computer Based Test (CBT).
Dalam pelaksanaannya, SMK Erna membagi pelaksanaan sistem ujian menjadi tiga (3) sesi. Di setiap sesinya terdiri atas 67 siswa, 68 siswa, 68 siswa. Jumlah pembagian siswa disetiap sesinya tersebut diambil berdasarkan jumlah siswa SMK Erna yang terdiri dari 199 siswa, kemudian dibagi menjadi tiga.
Dikatakan Kepala Sekolah SMK Erna Kota Dumai Ponto Meres, bahwa ketiga sesi UN dengan sistem online tersebut akan berlangsung dari pukul 07:30 hingga 16:00. Dimana disetiap sesinya siswa hanya diberi waktu 2 jam untuk dapat menyelesaikan dan menjawab soal-soal UN tersebut.
"Sesi pertama yang diikuti oleh sebanyak 67 siswa akan berlangsung sejak pukul 07:30 hingga 09:30, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yang diikuti sebanyak 68 siswa yang dimulai pada pukul 10:30 hingga 12:30, kemudian diakhiri dengan sesi ketiga yang dimulai pada pukul 14:00 hingga 16:00 dengan jumlah siswa sebanyak 68 siswa," kata Ponto.
Sementara terkait lama pelaksanaan, dikatakan Ponto, SMK Erna memiliki sedikit perbedaan dibandingkan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Madrasah Aliyah (MA) lainnya, dimana pelaksaan UN bagi siswa SMK akan berlangsung lebih lama 1 hari dibandingkan SMA/MA lainnya.
"Sebab dihari keempat tersebut, para siswa SMK akan melaksanakan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) teori, dan tentunya pelaksanaannya akan tetap menggunakan sistem online," paparnya.
Ketika ditanyai terkait persiapan SMK Erna dalam melaksanakan UN dengan sisiem online, Ponto mengaku bahwa SMK Erna sudah sangat siap, dan hal tersebut telah terbukti setelah suksesnya dilaksanakan UN hari pertama oleh SMK Erna Kota Dumai.
"Kita sendiri sudah sangat siap 100%, sehingga pada pelaksaannya kami tidak ada mendapati kendala yang berarti, baik dari segi aliran arus listrik yang memang kita juga telah menyiapkan sebuah genset guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, koneksi dengan pusat, maupun dari anak-anak didik sendiri yang terlihat dapat melaksanakan UN dengan lancar dan baik," jelasnya.
Selama pelaksanaan UN berlangsung, kata Ponto, pengawas UN yang berasal dari berbagai SMA sederajat se-Kota Dumai ataupun pengawas silang tak perlu lagi bekerja atau mengawasi siswa dengan begitu ketatnya seperti dahulu.
Sebab menurutnya, jika memang UN sudah dilaksanakan dengan sistem online, sudah jelas sistem dan soal yang dikerjakan oleh masing-masing siswanya berbeda-beda dan waktu pelaksanaannya juga sangat terbatas.
"Sehingga dapat diyakini bahwa tingkat kejujurannya telah mencapai 100%, sebab diantara siswanya sudah tidak bisa lagi bekerjasama dan menyontek, apalagi ujian dilaksanakan dengan ruang terbuka dan ketika masuk ruangan siswa tidak dibenarkan membawa apa-apa seperti tas, handphone dan sebagainya," ungkapnya.
Sementara bagi siswa pelaksana UN dengan sistem online tersebut Sari Marinto, mengaku bahwa memang dirinya sangat setuju dengan diadakannya UN dengan sistem online,
"Sebab dapat dipastikan bahwa nilai hasil akhirnya merupakan nilai murni, dan selama pelaksanaan UN, kami para siswa tidak ada yang dapat menyontek dan tanya menanya antar sesama selain karena soalnya yang berbeda, hal tersebut juga mengingat keterbatasannya waktu," kata siswa jurusan Adm Perkantoran tersebut.
Sementara ketika ditanyai terkait kesulitan yang harus dihadapinya ketika melaksanakan UN dengan sistem online, Sari mengaku bahwa dirinya tak mengalami kesulitan yang berarti, kesulitannya paling hanya dari jaringan yang kadang lelet, lalu token yang apabila lebih dari 5 menitnya akan terus berganti.
"Guru pengawas yang biasanya saat ujian manual selalu mengingatkan batas waktu ujian akan berakhir sekarang sudah tidak ada lagi, sebab jika UN dengan sistem online waktu pengerjaannya memang murni 2 jam terhitung sejak memasukkan nomor token, dan bila waktu telah habis maka soal-soal tersebut akan langsung hilang dengan sendirinya," tutupnya.
Untuk diketahui bersama seperti halnya yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa UN untuk tingkat SMA sederajat di Kota Dumai diiikuti sebanyak 22 sekolah dan 9 SMK. Jumlah peserta UN tingkat SMA sebanyak 1.958 siswa, tingkat Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 235 siswa, dan SMK 1.645 siswa.
Dari 9 SMK yang ada di Kota Dumai, Tiga diantaranya akan mengikuti UN dengan sistem CBT. Untuk SMKN 1 Dumai akan mengikuti 319 siswa, SMK Taruna Persada 284 siswa, dan SMK Erna 199 siswa.
(adi/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Panitia UN Disdik Dumai Klaim Tingkat Kelulusan SMA 100 Persen
-
Pendidikan
Walikota Dumai Tinjau Pelaksanaan UN di Tiga Sekolah
-
Pendidikan
Dua Sekolah di Meranti Panik Saat UN Online Berlangsung Listrik Padam
-
Pendidikan
Bupati Siak Syamsuar Tinjau Pelaksaan UN di Tigas Sekolah
-
Pendidikan
Sekda Burhanuddin Tinjau UN di Kecamatan Bengkalis dan Bantan
-
Pendidikan
Wabup Bengkalis Muhammad Tinjau UN di Siak Kecil dan Bukit Batu

