- Home
- Pendidikan
- Wabup Meranti Minta Seluruh Peserta UN Tidak Percaya SMS Kunci Jawaban
Wabup Meranti Minta Seluruh Peserta UN Tidak Percaya SMS Kunci Jawaban
Selasa, 14 April 2015 18:12 WIB
MERANTI - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Masrul Kasmy mengimbau para siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) 2015 agar tidak mempercayai jika ada SMS kunci jawaban.
Menurut Masrul, adanya SMS yang berisi kunci jawaban merupakan persoalan klasik. SMS tersebut sering menipu dan merugikan para siswa itu sendiri. "Kita sudah minta dinas terkait untuk memberitahu hal tersebut kepada siswa dan orang tua atau wali," kata saat meninjau pelaksanaan UN di SMAN 1 Tebing Tinggi Kota Selatpanjang.
Ia menjelaskan, SMS berisi kunci jawaban tersebut yang sudah-sudah banyak memakan korban. Pelaksanaan UN tahun ini terdapat berbagai model soal yang berbeda-beda di setiap kelas. Dengan soal yang ada di bangku sebelahnya pun berbeda.
Ia berharap para siswa tidak mencontek, karena mencontek pun percuma. Mudah-mudahan tidak ada korban tahun ini. Masrul menegaskan, ia optimis pelaksanaan UN di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berjalan lancar. "Sebaiknya percaya kepada diri sendiri saat mengerjakan soal UN," ujar Masrul.
Sementara itu, Kepala SMK Patria Dharma, Jumadi, mengharapkan, tahun depan sekolah yang ia pimpin bisa menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (CBT). Pihaknya sudah mengajukan kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan di Jakarta untuk mengikuti UN CBT, karena sekolahnya sudah siap untuk melaksanan ujian dengan sistem online.
Apalagi sebelumnya sekolah itu telah berhasil mengadakan uji kompetensi guru, pengawas dan kepala sekolah se-kabupaten berbasis IT yang digelar Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan. Namun hal tersebut sampai saat ini belum terkabul.
"Saat tim verifikasi sampai di Riau, Dinas Pendidikan Propinsi Riau beralasan kondisi dan akses untuk sampai ke Meranti lebih sulit dibandingkan dengan daerah lain," ungkapnya.
Masalah geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang kepulauan membuat tim verifikasi tersebut mengurungkan niatnya untuk datang, dan memeriksa kondisi sekolah di kota sagu tesebut. Adapun sekolah yang mengajukan untuk mengikuti ujian berbasis CBT adalah SMKN I Tebingtinggi, SMK Patria Darma, dan SMK kasih Matreiya.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti H.Masrul Kasmy mengatakan kedepannya Pemkab Meranti akan mengupayakan sekolah yang ada di Kabupaten termuda di Propinsi Riau tersebut sudah bisa menerapkan UN sistem CBT. Hanya saja, untuk mewujudkankannya dibutuhkan kerjasama dan dukungan banyak pihak terutama dalam hal melengkapi sarana dan prasarana penunjang.
"Kedepannya kita akan mengupayakan melalui dinas pendidikan agar sekolah yang ada di Meranti bisa menerapkan sistem CBT dalam pelaksanaan Ujian Nasional,dan akan dibuat secara bertahap,minimal 5 sekolah yang akan kita kembangkan terlebih dahulu sebagai model percontohannya dan juga kita mengharapkan persetujuan anggaran dari DPRD untuk mendukung hal ini," kata Masrul.
(adv/hum)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

