Ketua DPRD Dumai: Itu Salah Paham Saja
Sabtu, 01 Februari 2014 19:54 WIB
DUMAI - Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi membatah tudingan yang dilayangkan kalangan mahasiswa terkait tidak ikut-ikut masalah Gelper yang diduga berbau perjudian tersebut. Dirinya mengaku itu hanya salah paham saja.
"Saya tidak ada mengomentari seperti itu, saya malah menyarankan kepada yang nanya kepada saya untuk konfirmasi langsung ke Dumai satu atau langsung ke BPTPM Dumai," jawa Zainal Effendi melalui telpon selulernya, Sabtu (1/2/14) malam ini.
Dikatakan pihaknya, kalau memang usaha itu ditemukan tidak mengantongi izin dan berbau perjudian ataupun maksiat untuk ditutup saja operasionalnya. Tapi, kalau semua itu tidak ditemukan jangan ditutup operasi usahanya.
"Malah saya menyarankan kepada pemerintah untuk menutup usaha yang dinilai berbau prostitusi maupun perjudian. Namun semua itu kan butuh pembuktian yang kuat," kata politisi dari Partai Golongan Karya ini.
Zainal Effendi yang diberikan amanah oleh rakyat sangat merespon segela sesuatu yang bersinggungan dengan kuranya nyamannya kehidupan rakyatnya. Jadi sangat salah besar jika dirinya tidak merespon semua keluhan dari rakyat itu.
"Saya sangat mendukung semua masukan dan keluhan masyarakat, namun semua itukan melalui mekanisme berlaku. Apalagi ini menyakut izin dan lain sebagainya, tentu semua itu sudah ada tugas masing-masing," jelas Zainal Effendi.
Sebelum mengakhiri perbincangannya, Zainal Effendi meminta kepada BPTPM Kota Dumai untuk menindaklanjuti segala sesuatunya yang menjadi persoalan masyarakat tersebut. Sebab, itu merupakan aspirasi yang perlu ada solusinya.
"Sebagai instansi pengeluar izin, saya minta BPTPM untuk peka terhadap persoalan ini. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan bila perlu dudukan pengusaha itu dengan kalangan mahasiswa, agar dijelaskan tentang usahanya," pinta Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi.***(die)
"Saya tidak ada mengomentari seperti itu, saya malah menyarankan kepada yang nanya kepada saya untuk konfirmasi langsung ke Dumai satu atau langsung ke BPTPM Dumai," jawa Zainal Effendi melalui telpon selulernya, Sabtu (1/2/14) malam ini.
Dikatakan pihaknya, kalau memang usaha itu ditemukan tidak mengantongi izin dan berbau perjudian ataupun maksiat untuk ditutup saja operasionalnya. Tapi, kalau semua itu tidak ditemukan jangan ditutup operasi usahanya.
"Malah saya menyarankan kepada pemerintah untuk menutup usaha yang dinilai berbau prostitusi maupun perjudian. Namun semua itu kan butuh pembuktian yang kuat," kata politisi dari Partai Golongan Karya ini.
Zainal Effendi yang diberikan amanah oleh rakyat sangat merespon segela sesuatu yang bersinggungan dengan kuranya nyamannya kehidupan rakyatnya. Jadi sangat salah besar jika dirinya tidak merespon semua keluhan dari rakyat itu.
"Saya sangat mendukung semua masukan dan keluhan masyarakat, namun semua itukan melalui mekanisme berlaku. Apalagi ini menyakut izin dan lain sebagainya, tentu semua itu sudah ada tugas masing-masing," jelas Zainal Effendi.
Sebelum mengakhiri perbincangannya, Zainal Effendi meminta kepada BPTPM Kota Dumai untuk menindaklanjuti segala sesuatunya yang menjadi persoalan masyarakat tersebut. Sebab, itu merupakan aspirasi yang perlu ada solusinya.
"Sebagai instansi pengeluar izin, saya minta BPTPM untuk peka terhadap persoalan ini. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan bila perlu dudukan pengusaha itu dengan kalangan mahasiswa, agar dijelaskan tentang usahanya," pinta Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

