Pegawai Segel Kantor
Ketua DPRD Pelalawan Nilai Kepemimpinan Kadistamben Lemah
Rabu, 08 April 2015 12:31 WIB
PELALAWAN - Aksi penyegelan kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pelalawan oleh para pegawai dan karyawan, ternyata menjadi sorotan publik termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Konflik internal dituding menjadi biang terjadinya aksi brutal dari para pegawai pada Rabu (8/4/2015).
Ketua DPRD Pelalawan Nasaruddin SH MH, mengatakan konflik internal yang terjadi seharusnya dapat diredam oleh para pejabat di Distamben. Aksi penyegelan dapat diantisipasi dengan meningkatkan komunikasi antara anak buah dengan pimpinan.
Namun hal itu tidak terjadi, sehingga kejenuhan dan ketidakterimaan para pegawai memuncak. "Kita menyayangkan hal ini terjadi. Tapi lebih disayangkan lagi, kemampuan menejerial Pak Yumardi sebagai Kepala Distamben sangat lemah. Makanya terjadi demikian," kata Nasaruddin.
Politisi Golkar ini memerintahkan Komisi I DPRD untuk segera turun ke kantor Distamben, menelisik persoalan yang terjadi. Jika memang benar Kepala Distamben Yumardi tidak diterima lagi oleh pegawai, maka akan diusulkan kepada bupati untuk segera digantikan.
Pegawai Minta Kadis Distamben Pelalawan Dicopot
Sebelumnya, aksi penyegelan kantor yang dilakukan oleh seluruh pegawai dan karyawan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pelalawan, megakibatkan kantor lumpuh total, Rabu (8/4/2015). Pasalnya, seluruh ruangan kantor dikunci oleh sekelompok pegawai menggunakan gembok besi.
Penyegelan disertai dengan mogok kerja, membuat pegawai lainnya tidak bisa masuk ke ruangan dan bekerja. Mereka memprotes kepemimpinan Kepala Distamben, Yumardi, yang tak bisa mengayomi anak buahnya.
Selain sifatnya yang dinilai arogan, Kadis Yumardi sering melakukan pemotongan terhadap tunjangan dan gaji pegawai honor, yang izin maupun sakit.
"Permintaan kami, tolong pak bupati mengganti Kadistamben. Kami tak mau dipimpin oleh pak Yumardi lagi. Dipindahkan saja entah kemana," ujar seorang pegawai yang menjadi juru bicara.
Menurut mereka, aksi penyegelan akan berlangsung sampai waktu yang tidak ditentukan. Mereka menginginkan Bupati Pelalawan, HM Harris, atau Sekretaris Daerah (Sekda) Tengku Mukhlis datang ke kantor. Sehingga para pegawai mau membuka segel pintu.
(rdk/tpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Lima Fungsional Auditor Inspektorat Resmi Dilantik Bupati Pelalawan
-
Hukrim
Kejati Riau Perikasa 50 Saksi Korupsi Berjamaah APBD Pelalawan
-
Pendidikan
Mahasiswa FKIP UNRI Uji Kemampuan Bahasa Inggris
-
Sosial
Gubernur Riau Minta Kembalikan Kejayaan Kabupaten Kampar
-
Sosial
Bupati dan Ketua DPRD Pelalawan Bantah Kembali Potong Gaji Honorer
-
Traveler
Pemkab Pelalawan Tingkatkan Sarana Wisata Danau Betung

