• Home
  • Politik
  • Mantan Wabup Meranti Belum Kembalikan Rumdis dan Mobdin

Mantan Wabup Meranti Belum Kembalikan Rumdis dan Mobdin

Selasa, 22 September 2015 20:11 WIB
MERANTI - Sejak berakhirnya masa kepemimpinan  Irwan  dan Masrul Kasmy sebagai Bupati dan Wakil Bupati  Kepulauan Meranti pada akhir Juli 2015 lalu, baru sebagian kecil inventaris daerah yang merupakan aset negara seperti rumah dinas dan  kendaraan dinas  sebagainya belum dikembalikan ke daerah.

Masrul Kasmy, mantan orang nomor dua di Kabupaten Kepulauan Meranti itu, hanya mengembalikan 1 kendaraan dinas Toyota Camry. Namun rumah dinas dan 2 kendaraan dinas lainnya yang ada di Pekanbaru seperti mobil Toyota Harier dan Innova belum diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Diduga fasilitas-fasilitas negara yang diberikan pemerintah daerah kepada Masrul sejak menjabat Wakil Bupati Kepulauan Meranti masih dinikmati Masrul dan keluarga untuk kepentingan pribadi.

Berbeda dengan Mantan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan.  Seluruh aset daerah telah dipulangkan sebelum berakhir masa jabatannya sebagai kepala daerah pada 31 Juli 2015 lalu.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdakab Kepulauan Meranti, Ery Suhairy  dikonfirmasi,  membenarkan bahwa sejumlah inventaris daerah baru beberapa yang telah diserahkan ke Pemkab Kepulauan Meranti.

"Memang  Pak Masrul belum mengembalikan rumah dinas dan 2 unit kendaraan dinas yang di Pekanbaru. Tapi mobil dinas yang ada di Selatpanjang sudah dikembalikannya. Kalau Pak Irwan memang sudah mengembalikan seluruh fasilitas yang dipakainya ke Pemkab," kata Ery, Selasa (22/9).

Sesuai peraturan perundang-undangan, seluruh inventaris daerah maupun inventaris negara yang dipakai oleh seorang pejabat karir maupun struktural yang telah habis masa jabatannya, wajib dikembalikan lagi kepada pemerintah.  Sebab fasilitas-fasilitas yang diberikan merupakan aset negara.

"Memang betul. Tapi kita juga memberi toleransi 2 hingga 3 hari saja," ungkap Ery.

Menyikapi hal tersebut, jika dalam minggu ini Masrul Kasmy tidak juga mengembalikan aset-aset negara yang dipakainya, maka Pemkab Kepulauan Meranti akan melayangkan surat secara resmi.

"Kita lihat dalam minggu ini. Jika tidak dikembalikan juga, maka akan kita layangkan surat untuk pengembalian rumah dan mobil tersebut serta barang inventaris lainnya," ucapnya.

Ketika ditanya, apakah ada dugaan jika rumah dinas tersebut dijadikan sebagai tempat pertemuan yang berbau dengan politis? Ery hanya menjawab dengan datar. "Yang jelas belum ada pengembalian ke Pemkab," sebutnya.

Ery mengatakan,  jika seluruh inventaris itu dikembalikan tepat pada waktunya maka akan bisa dipergunakan untuk kepentingan SKPD lainnya. Mengingat sebagian besar SKPD yang ada di Kepulauan Meranti belum memiliki fasilitas yang memadai.

"Kantor dan rumah pejabat saja masih banyak yang nyewa. jika dikembalikan, bisa saja rumah tersebut kita jadikan sebagai kantor atau kita peruntukkan sebagai rumah dinas pejabat lainnya," imbuhnya.

Di tempat terpisah, Masrul Kasmy dikonfirmasi melalui via seluler mengakui bahwa fasilitas daerah seperti mobil dinas masih dalam tanggungannya. Masrul akan segera mengembalikan kendaraan dinas, apabila mantan Sekda dan mantan anggota dewan Meranti juga sudah mengembalikan kendaraan dinas masing-masing ke daerah.

"Kenapa tiba-tiba minta saya untuk kembalikan kendaraan dinasnya. Minta dulu dikembalikan kendaraan dinas yang dipakai mantan Sekda dan anggota dewan Meranti. Kalau kendaraan dinas, itu masih jadi tanggungan saya," ungkapnya tanpa menyebutkan nama mantan Sekda dan mantan anggota dewan yang dimaksudnya. 

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar