• Home
  • Politik
  • Muhammad Adil Minta PLN Rayon Selatpanjang Atasi Gangguang Listrik

Muhammad Adil Minta PLN Rayon Selatpanjang Atasi Gangguang Listrik

Kamis, 06 Februari 2014 09:18 WIB

SELATPANJANG - Anggota DPRD Kepulauan Meranti Muhammad Adil meminta jajaran PLN Rayon Selatpanjang agar mampu mengatasi persoalan gangguan listrik yang kerap terjadi.

"Kita terus mengikuti perkembangan dan capaian yang didapatkan PLN itu sendiri. Dari tahun ke tahun persolan gangguan listrik di Selatpanjang belum pernah teratasi," ujar Muhammad Adil kepada riauheadlinecom, Kamis (6/2/14).

Persoalan listrik, kata dia hanya berkutat pada rusak dan rusak terus, serta persoalan suku cadang yang dalam perjalan. Adil selaku pelanggan PLN, menjelaskan selaku konsumen PLN  pihaknya minta PLN Selatpanjang harus mampu mengurus berbagai persoalan listrik.

"Sehingga tidak ada lagi penerapan pemadaman bergilir yang sangat menganggu  dan menghambat aktivitas masyarakat itu. Dan jika toh tidak mampu mengatasinya, agar rela meminta kepada orang lain yang mampu menjawab tantangan tersebut," jelasnya.

Menurutnya, untuk menyelesaikan persoalan listrik di Selatpanjang, dibutuhkan  teknisi PLN yang handal. Serta figure perencana yang mampu menganalisa kebutuhan arus listrik bagi masyarakat Selatpanjang.

"Memang diakuinya beberapa tahun belakangan ini terjadi pertumbuhan ekonomi dan perluasan berbagai bidang usaha.Tentu saja semua itu membutuhkan daya sebagai motor penggerak atau pendukung usaha itu," ungkap politisi muda ini.

Disisi lain lanjutnya, PLN tidak berkemampuan untuk menanamkan investasi jangka panjang. Senatiasa tertinggal dengan kemajuan yang ada. Artinya PLN belum mampu mengukur dan menyeimbangkan antar kebutuhan dan nilai investasi yang terus bergerak seiring dengan lajunya perkembangan dan pertumbuhan penduduk dan peningkatan ekonomi secara makro.

"Jika PLN bersedia menanamkan investasinya saat ini untuk jangka 10 hingga 20 tahun kedepan, maka kasus pemadaman bergilir dan yang selalu  dikatakan gangguan itu tidak akan terjadi lagi. Sebab PLN sendiri harus menghitung nilai susut dari sebuah mesin," pungkasnya. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar