• Home
  • Sosial
  • 30 Jiwa Nyawa Melayang Akibat AIDS di Bengkalis

30 Jiwa Nyawa Melayang Akibat AIDS di Bengkalis

Senin, 23 Juni 2014 16:26 WIB

BENGKALIS - Komisi Penanggulangan HIV/Aids (KPA) Kabupaten Bengkalis melaporkan, bahwa jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus Infection/ Acquired Immunodeficiency Syndrome HIV/AIDS di Kabupaten Bengkalis hingga Maret 2014, 219 jiwa, 84 jiwa laki-laki dan 135 jiwa perempuan. Penderita penyakit HIV/AIDS adalah kelompok umur produktif yakni 16–60 tahun. Dari jumlah Tersebut 51 kasus AIDS dengan tingkat kematian 30 jiwa.

Demikian diungkapkan Ketua KPA Kabupaten Bengkalis Suayatno ketika menggelar pertemuan Inisiasi Pembentukan Layanan Konfrehensif Berkesinambungan (LKB) Kecamatan Bengkalis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Bengkalis, Senin (23/6/14).

Suayatno yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Bengkalis ini menilai, bahwa penanggulangan persoalan HIV/AIDS harus serius, kenapa kondisi di masyarakat sudah cukup mengkhawatirkan dan masih sangat rentan seperti fenomena penemuan gunung es.

“Jadi bagaimana upaya untuk menyosialisasikan dan sekaligus bagaimana upaya untuk partisipasi dengan volume yang disampaikan kepada masyarakat," katanya menimpali. 

"Apa penyakit HIV/AIDS ini, apa dampak bagi orang yang terkena panyakit itu dan seperti apa cara menanganinya. Dan kasus HIV/AIDS terbesar nomor empat itu adalah kaum ibu–ibu rumah tangga, kenapa bisa kena ADIS ini yang perlu ditata sedemikian dan itu akan dilakukan secara medis,” ungkap Suayatno.

Suayatno menginformasikan seperti di wilayah Mandau dan Pinggir ada lokalisasi yang paling banyak masyarakat yang terkena penyakit mematikan itu. 
“Karena dari sanalah terjadinya penularan yang terkena pada ibu-ibu rumah tangga karena bapak-bapaknya yang suka jajan di luar dan ini harus dihindari,” katanya lagi.

“Di daerah kita, HIV/AIDS sudah memasuki tingkat yang sangat mengkhawatirkan, sudah mencapai ratusan jiwa, sehingga harus ada langkah-langkah khusus untuk menanggulangi kondisi itu,” katanya lagi.***(dik)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar