BKD Riau Sebut Moratorium PNS Butuh Kajian Medalam
Sabtu, 08 November 2014 04:25 WIB
PEKANBARU : Diperlukan satu kajian sebelum melaksanakan moratorium lima tahun penerimaan PNS dari pemeritah pusat. Diantaranya, terkait kesiapan daerah untuk menyetujui kebijakan tersebut.
Demikian dikatakan Kepala BKD Riau Muhammad Guntur, Jumat (7/11/14). Prinsipnya, setiap daerah memiliki kebutuhan yang tidak sama.
"Belum ada perkembangan, kita belum bisa mengatakan bisa atau tidak. Yang jelas perlu kajian dulu," kata Guntur.
Dijelaskanya, antara daerah satu dengan lainya belum tentu sama. Bisa saja ketika ada daerah satu sudah cukup, sementara yang lainya justru masih kurang.
Apalagi biasanya setiap tahun, pasti ada ratusan PNS yang memasuki masa pensiun. Bahkan jika dalam hitungan 5 tahun jumlahnya bisa mencapai ribuan.
Dengan begitu, apa yang sudah menjadi kebijakan pusat tersebut tetap harus disinkronkan dengan daerah.
Hal itu papar Guntut lagi, tergambar pada pembahasan dalam pertemuan BKD se-Indonesia dengan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) di Jakarta baru-baru ini. Berbagai argumen dilontarkan terkait atas rencana itu.
"Dari pertemuan itu tak ada membuahkan hasil. Prinsipnya hampir seluruh daerah meminta dilakukan kajian lebih dalam lagi," ungkap Guntur.
(mok/mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

