• Home
  • Sosial
  • Bupati Bengkalis Terapkan Sistem Tiket Elektronik Kapal Roro

Bupati Bengkalis Terapkan Sistem Tiket Elektronik Kapal Roro

Rabu, 24 Februari 2016 16:52 WIB
Bupati Bengkalis, Amril Mukminin bersama rombongan saat meninjau pengerjaan dermaga Ro-ro Air Putih, Bengkalis.
BENGKALIS- Bupati Bengkalis, Amril Mukminin segera akan menerapkan sistem pembelian tiket elektronik untuk kapal penyebrangan Ro-ro . Perubahan sistem pembelian tiket tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan antrian panjang saat pembelian tiket dan menghindari adanya pihak nakal penerobos antrian.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Rabu (24/02/2016) kepada wartawan saat meninjau pengerjaan dermaga baru Ro-ro di Desa Air Putih, Bengkalis. Bupati juga didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau, H. Ahmad Syah Harrofie, Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Bengkalis, H Hermanto dan Kadishubkominfo, Ja'afar Arief serta pejabat Bengkalis lainnya.

"Untuk sistem pembelian tiket penyebrangan, saat ini kita sudah mempunyai upaya untuk merubahnya dengan memakai sistem elektrik. Tidak lagi menggunakan sistem manual seperti sekarang ini. Dengan begitu barang kali bisa mengurangi kemacetan panjang saat hendak membeli tiket atau adanya pihak yang menerobos antrian," kata Amril.

Kendati demikian, kepada seluruh masyarakat pengguna jasa penyebrangan Ro-ro, Bupati mengimbau untuk bersabar dan tetap mengikuti sistem antrian saat ini dengan baik. Imbauan tersebut juga ditujukannya kepada oknum pejabat nakal maupun pihak-pihak yang memanfaatkan kedekatan dengan siapapun.

"Terlebih saya ingatkan kepada para pejabat di Kabupaten Bengkalis, untuk senantiasa disiplin dalam sistem antrian di demaga Ro-Ro. Jangan ada yang menerobos antrian. Karena sebagai seorang pejabat harus bisa memberikan contoh yang baik dalam berbagai hal," tegasnya.

Lanjutnya, jika ada keperluan atau tugas yang mengharuskan untuk segera, namun bukan berarti bisa serta merta menerobos antrian dengan seenaknya tanpa memikirkan pengguna jasa yang lain.

"Seperti apapun alasannya dan siapapun orangnya harus mengikuti sistem antrian dengan baik. Tidak ada yang namanya penerobosan antrian. Terkecuali ambulance membawa orang sakit yang mengharuskan dan membutuhkan pertolongan dengan segera," jelasnya.


(der/der)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar