• Home
  • Sosial
  • Bupati Irwan Manangis Saat Pidato Paripurna HUT Ke-8 Kepulauan Meranti

Bupati Irwan Manangis Saat Pidato Paripurna HUT Ke-8 Kepulauan Meranti

Senin, 19 Desember 2016 18:03 WIB
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan menangis saat membaca pidato pada Paripurna HUT Ke-8 Kepulauan Meranti yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.
MERANTI - Rapat Paripurna DPRD Meranti dalam agenda Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti Ke-8, penuh dengan haru serta tetesan airmata sang Bupati Kepulauan Merati Drs Irwan Msi, saat menyampaikan kata sabutnya pada sidang Paripurna di Balai Sidang DPRD  jalan komplek perkantoran Pemerintah Kabuapten Kepulauan Meranti, Senin (19/12/16).
 
Dengan suara yang terbatah-batah karena menahan rasa sedih dan haru sang bupati kabupaten kepulauan Meranti, menyampaikan pidataonya, meski sekali sempat terhenti pidatonya karena menahan tangisannya.
 
Rasa harus dan  kesedihannya itu tidak dapat Irwan sembunyikan, kembali sejarah perjuangan p0embentukan kabupaten Kepulauan meranti pada 8 tahun silam saat itu tidak sedikit rintang yang harus dilalu demi terwujudnya kabupaten Kepulauan meranti.
 
Tunjuan utama untuk pemekaran kabupaten kepulauan meranti saat tidak lain adalah untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat, Kabupaten Kepulauan Meranti serta memperpendek jarak pengurusan berbagai adminitrasi yang dibutuhkan masyarkat.

Selain itu tidak kalah pentingnya adalah untuk membangun Kabupaten Kepulauan Meranti kedepan sehingga masyarakat dan daerah ini bisa berdiri sama dengan daerah kabupaten kota lainya yang ada di Provinsi Riau.
 
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tokoh perjuangan Kabupaten Meranti H. Wan Abu Bakar yang saat itu menjabat Wakil Gubernur Riau, H. Said Hasyim, Profesor Yohanes Umar, Zulkaidil, Syamsurahman, Jalelawati, Sofian Hamzah dan juga Hj. Nirwana Irwan yang rela menjual rumahnya untuk perjuangan Kabupaten Meranti.
 
Saat ini kita terus membuka akses jalan poros dan jalan desa, yang  memakan anggaran cukup besar ratusan meliar, pertahun, semuanya ini  agar masyarakat yang tinggal di desa-desa dapat merasakan manfaat dari dampak pembangunan.

Lebih  lanjut Irwan menyebutkan Menyangkut Listrik dulunya elektrifikasi 32 persen kita sudah mencapai 87 persen khususnya dipedesaan dan pelosok daerah. Pemda sangat menyadari tanpa ada listrik tak mungkin mencibtakan kesejahteraan dan kwalitas pendidikan. 
 
Dalam rangka mensejahterakan masyarakat Pemda konsen menurunkan harga keburuhan pokok, salah satu upaya dengan merevitalisasi pertanian dan perkebunan, sehingga masyarakat tidak terlalu tergantung lagi terhadap bahan pokok dari luar. 
 
Begitu juga untuk mncukupi kebutuhan pangan, bawang, cabe, sayur mayur, berkat kerja keras SKPD terkait, telah muncul desa-desa pertanian yang mampu menyuply kebutuhan masyarakat. 
 
Juga mengucapkan terima kasih kepasa Gubernur Riau dan DPRD Provinsi Riau atas alokasi anggaran sebesar 139 Miliar ditahun ini kepada Kabupaten Meranti.
 
Untuk mendorong pembangunan Desa Pemda Meranti telah mengeluarkan program PMPM dan menggelontorkan anggaran sebesar 122 Miliar untuk membantu pembangunan berskala kecil di desa. 
 
Akibat jatuhnya harga minyak dunia terjadi rasionalisasi anggaran, kondisi itu harus diiringi dengan efisiensi belanja daerah, menyikapi hal itu Pemda sangat komit dengan menjalankan program pembangunan dengan skala prioritas.
 
Bupati Irwan juga mengharapkan dukungan keamanan dari pihak terkait karena tanpa itu, kondusifitas  daerah dan peningkatan investasi sulit dicapai.
 
Sementara itu Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM H. Darius Husein menyampaikan dapat berkembang dan menjadi kebanggaan Provinsi Riau dari berbagai aspek. 

Dan berharap Kabupaten Meranti dapat memanfaatkan potensi yang ada secara maksimal dalam membangun daerah.serta meningkat tarap kesejahteraan masyarakat.

(wal/wal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar