Bupati Klaim Jamkesda Siak Lebih Bagus dari KIS dan BPJS
Rabu, 12 November 2014 15:21 WIB
SIAK : Pentingnya jaminan kesehatan untuk rakyat Indonesia, membuat pemerintah memprogramkan berbagai layanan kesehatan gratis. Untuk nasional ada Kartu Indonesia Hebat (KIS) dan Badan Penjamin Sosial (BPJS) Kesehatan. Dan ditambahkan lagi program kesehatan gratis di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Rabu (12/11/14), di Kabupaten Siak, Bupati Syamsuar mengklaim bahwa program jaminan kesehatan gratis berupa Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang diprogramkannya lebih bagus dari program KIS dan BPJS Kesehatan. Karena dalam KIS dan BPJS Kesehatan tersebut tidak seluruh penyakit yang dapat digratiskan pengobatannya, dan tanggungan biaya yang didapatkan pasien.
"Untuk program kesehatan, tentunya Jamkesda kita lebih bagus dari program KIS dan BPJS Kesehatan. Dan saya telah memaparkannya di tingkat nasional beberapa kali, dan disana itu banyak "orang-orangnya" Jokowi Pak Presiden," ungkap Syamsuar.
Dicontohkan Bupati Syamsuar tentang penyakit yang ditangani yakni, untuk operasi. Dalam Jamkesda di Siak, biaya operasi pasien ditanggung dalam Jamkesda. Sementara di KIS dan BPJS Kesehatan tidak. "Ya, pada Jamkesda kita, untuk biaya operasi ditanggung dan berobatnya sampai ke luar negeri," ujarnya.
Informasinya, di 2014 ini telah dianggarkan dana Jamkesda di APBD Siak sekitar Rp15 miliar. Dan telah mengadakan kerjasama dengan 8 rumah sakit rujukan untuk masyarakat Kabupaten Siak.
Diantaranya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siak, Rumah Sakit (RS) Selasih Pelalawan, RS Arifin Ahmad Pekanbaru, RS Ibnu Sina Pekanbaru, RS Jiwa Tampan Pekanbaru, RS Jantung Harapan Kita Jakarta, RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, dan RS Ortopedi Solo.
Selain itu ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Siak dr R Tonny Candra, kepada riauterkinicom membenarkan banyaknya kelebihan-kelehan Jamkesda Siak dibandingkan program kesehatan KIS dan BPJS. Selain itu pihak kesehatan siak, mempermudah pasien dalam pengurusan Jamkesdanya.
"Memang banyak kelebihan Jamkesda kita dibandingkan KIS dan BPJS Kesehatan program Pemerintah Pusat tersebut, selain biaya operasi juga ditanggung biaya keluarga pasien yang menemani satu orang saja," katanya.
"Akan tetapi walaupun begitu kita tetap juga melayani pemegang KIS dan BPJS. Selain itu kita juga mempermudah pasien dalam pengurusan Jamkesda yakni cukup dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), dan nanti akan dibantu oleh petugas kita," terang Kadiskes.
Selain itu dikatakan Kadiskes Siak, untuk anggaran di 2014 sekitar Rp15 miliar dan di 2015 mendatang dianggarkan rencana biaya sekitar Rp18 miliar.
(vila/vila)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

