Bupati Rohil Pembina Upacara Hari Ibu 2014
Senin, 22 Desember 2014 15:44 WIB
ROKAN HILIR : Pemkab Rokan Hilir menggelar peringatan hari ibu ke-86 sekaligus hari dharma wanita persatuan ke-15. Bupati Suyatno bertindak sebagai pembina upacara. Dengan peringatan itu terbukti adanya perhatian, pengakuan dan pentingnya eksistensi kerukunan dalam berbagai sektor kehidupan
Upacara digelar, Senin (22/12/14), Bupati Suyatno dalam amanatnya mengatakan, hari ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia, sungguh mengesankan. Ekspresinya terlihat dalam konteks perempuan pada tanggal 22 Desember 1928, di Yogyakarta.
Sebagai tekad bersama mendorong pembentukan Indonesia merdeka, peringatan hari ibu dimaksudkan untuk selalu membangkitkan semangat perjuangan tentang kerukunan dan keagungan peran perempuan.
"Dengan adanya peringatan hari ibu terbukti perhatian, pengakuan dan pentingnya eksistensi kerukunan dalam berbagai sektor kehidupan. Hal ini membuktikan bahwa, perempuan apabila diberi peluang, terhadap upaya dan persoalan dalam berbagai bidang, dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia," katanya.
Melalui peringatan ini, Suyatno mengajak peran aktif perempuan untuk terus berjuang bersama membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rokan Hilir.
Kaum perempuan dinilainya mempunyai tanggung jawab melahirkan generasi yang tangguh, dengan pengalaman pengetahuan kesehatan. Kesadaran perempuan tentang kesehatan dan serta pola hidup bersih, sangat penting untuk membangun generasi muda berkualitas.
Selanjutnya meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dan laki-laki dalam pembangunan, perlu dilihat hal strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan tentunya akan bermuara kepada kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, terkait peringatan dharma wanita persatuan, Suyatno mengatakan, perlu meningkatkan citra organisasi kedepan, rasa percaya diri kaum perempuan perlu ditingkatkan, dengan mendorong perempuan kedepan dan bukan hanya mengubah prilaku dalam keluarga, tetapi juga harus jadi perempuan yang dapat mengambil kebijakan dan keputusan menyangkut kepentingan kaum perempuan.
Dharma wanita persatuan diminta terus meningkatkan peran perempuan, membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih cerdas, sadar akan tugasnya untuk membina anak perempuan, agar lebih memperhatikan kesehatan reproduksinya kemudian melakukan pembinaan pola asuh dan tumbuh kembang anak.
Juga perlu meningkatkan pengetahuan guna memberdayakan tumpuan dalam meningkatkan usaha ekonomi keluarga.
Disadari Suyatno, saat ini, generasi muda, larut dengan kemajuan, karena dipicu kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, banyak paham dan pola hidup negara asing, tidak relevan dan tidak sesuai dengan budaya negara Indonesia, ditambah banyak generasi muda yang terjerumus narkoba.
Hal ini menjadi tantangan bagi semua pihak, terutama para orang tua, untuk ikut memfokuskan perhatian, agar dapat menciptakan suasana rumah tangga rukun, saling hormat menghormati, kehangatan hubungan, antara anak dan orang tua, serta penuh rasa kebahagiaan, dengan dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa.
(Jarmain)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

