• Home
  • Sosial
  • Bupati Siak Menjabarkan Inovasi Reaksi Cepat Perbaikan Jalan Rusak di KemenPAN-RB

Bupati Siak Menjabarkan Inovasi Reaksi Cepat Perbaikan Jalan Rusak di KemenPAN-RB

Selasa, 08 Maret 2016 08:09 WIB
JAKARTA - Ketersediaan infrastruktur yang baik, turut memberikan gambaran kualitas daya saing suatu daerah, sehingga akan diperhitungkan posisi tawar terhadap potensi investasi yang akan masuk.

Poin inilah yang menjadi simpulan paparan Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, saat menjabarkan inovasi URC-BM (Unit Reaksi Cepat Bina Marga) gagasan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Siak, sempena pekan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016.

Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari desk evaluasi yang ditaja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), untuk menguji kepiawaian kepala daerah inovator dalam memberikan pelayanan publik berkualitas, yang berlangsung tanggal 29 Februari hingga 11 Maret 2016 ini.

"Program kami sejak terpilih 5 tahun lalu adalah mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan air bersih," tutur Syamsuar di hadapan para panelis di KemenPAN-RB, Jakarta, Senin (7/3/16) kemarin.

Cita-cita itu, kata Syamsuar, bukan tanpa hambatan. Kerusakan jalan kerap kali terjadi karena mobil angkutan barang dan industri terus hilir mudik di jalanan Negeri Istana itu dengan muatan berlebih.

"Jalan-jalan sering dilewati angkutan industri termasuk milik industri pulp and paper yang kapasitasnya bisa overload sampai 30 ton, padahal jalan kita kapasitasnya cuma 8 ton," ujarnya.

Untuk itu, diperlukan langkah cepat penanganan kerusakan jalan demi mendukung kemajuan dunia pariwisata dan perekonomian masyarakat, sekaligus memastikan akses transportasi ke kawasan strategis nasional, provinsi, dan kabupaten tetap terjaga.

"Asumsi kami, penanganan kerusakan jalan akan memakan biaya yang sangat besar jika tidak segera di tindaklanjuti. Dengan perbaikan yang cepat ini tingkat kerusakan jalan tidak bertambah," jelasnya.

Guna menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja yang cepat dan berkualitas, kata Syamsuar, perbaikan infrastruktur itu dilakukan melalui pola kegiatan swakelola bersumber APBD melalui unit URC-BM, namun tentu didukung alat-alat yang mumpuni.

"Dengan pola ini, Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ada teguran dari BPK. Dan kami masih memperoleh opini WTP berturut-turut empat tahun terakhir ini. Artinya apa yang kami kerjakan itu tak salah," ujar Syamsuar.

Pola pengerjaan kegiatan swakelola itu, efektif pula menekan angka kecelakaan lalu-lintas dijalan raya karena tak sampai sebulan, perbaikan jalan rusak bisa rampung.

"Inovasi ini pula yang mendukung kesuksesan pelaksanaan iven Tour de Siak tiga tahun terakhir," sebut pria tiga anak ini.

Untuk menyokong kinerja URC-BM, Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan kerusakan jalan melalui akses call dan sms center 082329837744.

"Dengan menggunakan alat berat road maintenace truck dan alat lainnya, pekerjaan beaching atau normalisasi jalan rusak lekas terselesaikan," pungkasnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Siak Irving Kahar menambahkan, inovasi URC-BM ini menempatkan Siak masuk di 70 besar daerah yang dinilai berhasil melakukan pengawasan terhadap infrastruktur jalan di Indonesia.

"Presentasi yang dilakukan Pak Bupati ini, untuk memilih 25 besar dari 70 daerah yang memaparkan program pengawasan dan pemeliharaan jalan di seluruh daerah di Indonesia," tutupnya.

(rdk/rls/yon)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar
Berita Terkait