• Home
  • Sosial
  • Dinas Peternakan Riau Klaim 1600 Sapi Mati Terkena Virus Jembrana

Dinas Peternakan Riau Klaim 1600 Sapi Mati Terkena Virus Jembrana

Hadi Pramono Kamis, 19 Oktober 2017 17:57 WIB
PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Perawatan Hewan Provinsi Riau mencatat sejak September 2016 hingga Maret 2017, ada 1600 ekor sapi mati karena penyakit jembrana. 

Kematian ribuan sapi tersebut, adalah angka kumulatif yang terjadi yang terjadi di kabupaten kota termasuk Pekanbaru. Sapi-sapi yang mati karena menderita penyakit jembrana tersebut, semuanya dari peternakan yang dilakukan masyarakat.

"Semuanya, termasuk Pekanbaru. Data kematian sapi akibat penyakit jembrana ini tercatat antara September 2016 hingga Maret 2017," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perawatan Hewan Provinsi Riau  Patrianov, Kamis (19/10/17). 

"Karena memang tahun kemarin tidak ada ternak bantuan. Ini semuanya ternak masyarakat. Sebagian besar dari sapi itu karena tersangkit penyakit jembrana," ujarnya. 

Masih kata Patrianov, upaya yang sudah dilakukan pemerintah yakni melakukan vaksinasi dan pengobatan. Untuk sementara ini diklaim angka kasus sapi mati karena jembrana perlahan mulai turun. 

Namun demikian masalah seperti tidak bisa diabaikan, sebab jika vaksinasinya berhenti dikhawatirkan kasusnya kembali meningkat. 

"Masalahnya pabrik vaksin jembrana ini hanya ada satu, yakni di Surabaya. Sementara kemampuan daerah Riau untuk memberi vaksi itu terbatas anggaran. Alokasi anggaran memang tidak kuat untuk memenuhi kebutuhan semuanya," paparnya. 

Dampak terbesar dialami masyarakat yakni kerugian dalam bentuk materi. Hal menarik dari itu, menurut penjelasan Patrianov, sebenarnya sapi ternak itu bisa sembuh dari penyakit jembrana setelah di lakukan vaksinasi dan pengobatan. 

Namun masyarakat mudah terpengaruh dengan rayuan pedagang sehingga masyarakat harus menjual sapi ternak mereka secara paksa.

Akibatnya harga jatuh dan peternak rugi. "Jadi ini lebih pada faktor provokasi pedagangnya sendiri, sehingga pedagang takut dan menjual sapi mereka," jelasnya.

(mcr/rdk)
Tags VirusVirus Jembrana
Komentar