• Home
  • Sosial
  • Disnakan Rohul Bentuk Tim Kesehatan untuk Periksa Hewan Kurban

Disnakan Rohul Bentuk Tim Kesehatan untuk Periksa Hewan Kurban

Rabu, 24 September 2014 15:10 WIB

PASIRPANGARAIAN - Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah membentuk Tim Kesehatan Hewan. Tim ini akan memeriksa kesehatan hewan kurban di 16 kecamatan dengan melibatkan 17 Petugas Penyuluhan Lapangan atau PPL.

Menurut Kepala Disnakan Rohul, Drs. Marjoko, Tim Kesehatan Hewan ini mulai turun ke pedesaan untuk memastikan kesehatan hewan kurban satu pekan hingga dua hari sebelum Idul Adha 1435 Hijriyah yang jatuh pada Ahad 5 Oktober 2014 nanti.

"Tim Kesehatan Hewan ini untuk memastikan kesehatan hewan kurban, sesuai ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal)," kata Marjoko didampingi Sekretaris Disnakan Rohul Indra Juni Putra SP kepada wartawan, Rabu (24/9/14).

Menurut Marjoko, ada tiga kriteria hewan yang bisa dipotong, yakni kondisi sehat, cukup umur dan tidak cacat.

"Dinas berhak dan meminta agar sapi yang sakit tidak dipotong, sebab akan menular kepada hewan lain. Jika dilakukan, itu melanggar Undang-Undang," jelas Marjoko dan menerangkan beberapa pasal dalam UU Nomor 18 tahun 1999, tentang kesehatan hewan.

Marjoko menambahkan, meningkatnya jumlah hewan kurban yang di potong setiap tahun karena faktor ekonomi dan faktor keimanan masyarakat yang meningkat. Dia memprediksi, jumlah hewan kurban tahun depan juga meningkat.

Sementara itu, Sekretaris Disnakan Rohul Indra Juni Putra mengungkapkan estimasi jumlah hewan kurban yang akan dipotong Idul Adha tahun ini sekitar 2.694 ekor, terdiri sapi 2.377 ekor, kerbau 198 ekor, dan kambing 161 ekor.

Sedangkan pada 2013 lalu, hewan kurban yang dipotong sekitar 2.478 ekor, terdiri sapi 2161 ekor, kerbau 179 ekor dan kambing 138 ekor.

"Stok sapi masih dari lokal. Bahkan pihak provinsi dan masyarakat Kampar masih mencari sapi di Rohul. Karena kualitas sapi kita memang diakui dan diminati, sebab gemuk-gemuk," jelas Indra dan mengatakan hewan kurban yang akan dipotong di Masjid Agung Madani Pasirpangaraian sekitar 210 ekor.

Menurut Indra, masyarakat lebih banyak memilih sapi sebagai hewan kurban karena lebih mudah dicari. Satu ekor sapi kurban bisa untuk 7 orang.

"Jika memang tidak cukup dalam kelompok, maka baru dipotong kambing. Kerbau memang diminati, tapi jumlahnya masih sedikit," ujar Indra dan mengakui data jumlah hewan kurban yang akan dipotong diambil sampai surau dan mushala di pedesaan.

Sebelumnya, sesuai data Kantor Kemenag Rohul, hewan kurban yang akan dipotong pada Idul Adha tahun ini sekitar 2.800 ekor. Jumlah itu dinilai mengalami peningkatan sekitar 13 persen dari tahun sebelumnya, atau terjadi peningkatan sekitar 322 ekor. Data itu merupakan laporan seluruh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar