- Home
- Pendidikan
- Kelas Tambahan di Dua Kecamatan di Pelalawan Memprihatinkan
Beratapkan Daun dan Berlantai Tanah,
Kelas Tambahan di Dua Kecamatan di Pelalawan Memprihatinkan
Rabu, 24 September 2014 15:08 WIB
PANGKALANKERINCI - Ditengah usaha Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengangkat dunia pendidikan melalui program Pelalawan Cerdas. Namun tidak didukung oleh sarana dan prasarana. Setidaknya, begitu potret pendidikan yang dialami dua ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di dua kecamatan berbeda.
Kedua ruang kelas tambahan tersebut yakni di SD 006 desa Mak Teduh Kecamatan Kerumutan. Kondisi ruang belajar siswa sungguh sangat memprihatinkan. Jika, dilihat dari luar, nyaris seperti kandang ayam. Misalnya, dinding ruang kelas dibatasi dengan atap seng.
Sementara itu, lantai bangunan masih beralaskan tanah kuning. Namun, pihak sekolah tetap saja memamfaatkan, ruang kelas ini, alasan tidak cukup ruang belajar di gedung induk.
Bergeser ke Kecamatan lain tepatnya SD 011, desa Lubuk Raja Kecamatan Bandar Petalangan. Ruangan tambahan SD justru makin buruk dari SD di desa Mak Teduh. Bila melihat dari dekat, bangunan ruang kelas tambahan tak ubahnya seperti pondok persinggahan. Atapnya, dari daun, dinding ruangnya hanya separoh terbuat papan.
Ukurannya, sangat minim sekali. Jika ditaksir tidak cukup dari 4 X 3 meter. Disinilah, para siswa menimbah ilmu sampai ada tambahan ruang kelas baru.
Kondisi inilah, membuat anggota DPRD Pelalawan dari komisi 1, Rinto.Sos angkat bicara. Secara lantang dia, menyayangkan buruknya, tempat belajar para siswa SD. "Saya sangat kecewa sekali melihat kondisi ruang kelas tambahan ini, tidak selayaknya digunakan oleh para siswa SD untuk aktifitas belajar mengajar," tegasnya.
Dia yakin, proses belajar ini, akan berjalan lama. Terlebih lagi, paska pembatalan 58 proyek di lingkungan Disdik Pelalawan. "Ini dampak dari pembatalan 58 proyek di lingkungan Disdik Pelalawan. Mau tidak mau para siswa akan bertahan menunggu anggaran tahun depan," paparnya.
Bahkan pada pembahasan, komisi 1 dengan Disdik Pelalawan kemarin dia sudah mewanti-wanti instansi tersebut agar pada APBD 2015 nantik dua ruang kelas tambahan ini mendapat perhatian serius.
"Saya sudah mewanti-wanti agar pada TA 2015 kedua ruang kelas tambahan ini menjadi perhatian serius," tandasnya.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

