Kampar Bisa jadi Rujukan Pengembangan Pertanian di Riau
Minggu, 22 Februari 2015 17:38 WIB
KAMPAR - Program pembangunan Kabupaten Kampar dengan memberi pendidikan dan latihan (diklat) kepada masyarakat petani, diikuti percontohon atau praktek lapangan yang telah di Buat Bupati Kampar H.Jefry Noer untuk memajukan ekonomi masyarakat, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau H.Noviwaldy Jusman.
Saya baru mengetahui hal ini, ke depan dirinya memastikan Provinsi Riau tidak akan mengirim lagi para calon petaninya ke luar daerah seperti ke Bogor, Sukabumi, Brebes atau daerah lainnya karena di sini di P4S sudah ada dan semuanya cukup bagus untuk mendapatkan pelatihan pertanian yang baik bagi calon petani Riau.
Penegasan itu disampaikannya menjawab usai mengunjungi lokasi pusat pelatihan pertanian perdesaan swadaya (P4S) Karya nyata Kubang Jaya bersama Bupati Kampar H.Jefry Noer, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Desi Susanti,S.Sos dan Anggota DPRD Riau Eva Yuliana, Kamis (18/2/15).
Usai melihat dan memantau langsung lokasi diklat P4S, diantaranya lokasi peternakan, pertanian, perikanan dan lokasi menjahit, terlihat kekaguman Noviwaldy Jusman dengan gebrakan Bupati Kampar untuk memajukan ekonomi masyarakat Kampar agar terlepas dari kemiskinan dan pengangguran.
Ternyata selama ini beberapa Kabupaten Kota sudah mengirim para calon petaninya untuk belajar di P4S, sehingga ke depan Provinsi Riau, tentunya tidak perlu anggaran yang cukup besar untuk mengirimkan para calon petaninya belajar pertanian.
"Kalau mengirim petani untuk belajar pertanian ke daerah lain, kan biayanya cukup besar, tetapi kalau ke sini di P4S, jauh dapat menghemat anggaran sehingga jumlah petani yang dapat di beri pendidikan dan latihan pun bisa lebih banyak" ungkap Noviwaldy.
Menyangkut soal teknologi biogas pun, Noviwaldy dari Fraksi Demokrat yang biasa disapa Edi Yang juga Wakil ketua dan pengurus Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia ( Perhiptani) Provinsi Riau ini menjelaskan.
"Sangat bermanfaat terutama untuk daerah-daerah yang terisolir, tentu teknologi ini dapat diterapkan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik yang belum terpenuhi di Provinsi Riau".ujarnya.
Dari hasil tinjauan saya tadi, ketika di lokasi pembangunan kawasan percontohan desa mandiri pangan dan energy seluas 1000 meter dan 1500 meter persegi untuk satu keluarga, lanjut Edi bercerita, yang tadi saya lihat sendiri, merupakan teknologi terpadu dengan tanaman, perikanan, peternakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Dilokasi lahan percontohan seluas 1000 meter, Ada pertaniannya untuk memenuhi kebutuhan memasak ibu-ibu nantinya, ternak ayam yang akan menghasilkan telur setiap harinya tidak kurang 50 butir perhari karena ayam petelur yang dipelihara bisa 50 sampai 100 ekor, dari hasil telur saja sudah berapa uang masuk,katanya.
Ada kolam untuk perikanan ditambah areal ternak sapi sebanyak 4 ekor, yang sudah dibuat dan di disain sedemikian rupa, sehingga kotoran ternak sapi termanfaatkan semua, mulai dari urine dapat menghasilkan Biourine atau pupuk cair dan kotoran padatnya sebagai bahan penghasil tenaga biogas untuk menghasilkan energy listrik.
Ke depan, lanjut Edi akan meminta Dinas terkait Provinsi Riau, meninjau ke lokasi P4S Kubang Jaya, untuk membuat perencanaan anggaran ke depan agar mencontoh seperti yang dibuat Kampar.
Menanggapi pertanyaan ke depan, hal yang akan dilakukan menyangkut daerah asal pemilihannya dari Pekanbaru, Edi menjelaskan tadinya berencana akan mengirimkan beberapa calon petani dan peternak ke luar Riau untuk belajar.
"Tetapi setelah meninjau ke P4S, dirinya memastikan tidak akan ada pengiriman satu orangpun ke luar daerah untuk belajar pertanian tetapi cukup ke P4S" tuturnya.
(man/man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

