Balada Jembatan Siak III
Ketua AKSI Riau: Jika Ada Pembatasan Tonase Buat Secara Tertulis
Jumat, 26 Desember 2014 23:44 WIB
PEKANBARU : Soal tonese kendaraan yang melintas di Jembatan Siak III, Kadishub Riau diminta jangan asbun (asal bunyi). Jika memang ada pembatasan tonase silahkan buat secara tertulis jangan hanya mengomong di media massa saja.
Pasalnya, baru saja diuji berat beban dan sudah diboleh dilalui Rabu sore (24/12/14), Adizar malah membuat pernyataan di media massa akan membatasi tonase kendaraan yang boleh melintas di jembatan yang memiliki nama resmi Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah.
"Ini Kadishub Riau mengerti ngak teknis jembatan. Jangan asbun (asal bunyi, Red). Jembatan Siak III itu kan dirancang untuk dilalui kendaraan bertonase 300 ton," kata Syakirman, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia (AKSI), Jumat (26/12/14).
Ditambahkannya, kemarin kan sudah dilakukan uji beban dengan melewatkan 15 unit truk tronton di atas jambatan, yang satu unitnya, katanya, seberat 20 ton.
Menurutnya, Kadishub Riau seperti dikutip koran salah satu harian terbitan Pekanbaru, menyebutkan untuk mengantisipasi kendaraan berat tidak lewat (di Jembatan Siak III), pihaknya akan memasang rambu sekaligus melakukan reka lalu lintas.
Kalau itu dilakukan, imbuh Syakirman, seharusnya pelarangan itu dibuat secara tertulis. "Jadi kalau ada persoalan yang terjadi di belakang hari, ada pihak yang bertanggung jawab," jelasnya.
Kecuali itu, pelarangan tersebut sama saja dengan pembohongan publik. Sudah diuji beban dengan kendaraan bertonase berat, kenapa kemudian dilakukan lagi pembatasan. "Berarti bisa dicurigai ada yang disembunyikan dalam dioperasikannya jembatan yang baru saja selesai diperbaiki itu," tukasnya.
Bentuk pembohongan publik yang lain, kata Ketua Umum DPN AKSI, Jembatan Siak III itu dibangun menggunakan anggaran APBD Riau sebesar lebih kurang Rp200 miliar dan dirancang sanggup menanggung beban tonese kendaraan sampai 300 ton.
"Kalau operasinya hanya cukup dilalui kendaraan ringan, mengapa dianggarkan untuk tonase berat 300 ton. Ini kan sama saja merampok uang rakyat dengan cara atau modus baru,'' pungkasnya.
(son/son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

