• Home
  • Sosial
  • Layani Air Bersih, Pemerintah Jepang Siap Bantu PDAM Bengkalis

Layani Air Bersih, Pemerintah Jepang Siap Bantu PDAM Bengkalis

Rabu, 25 Februari 2015 19:50 WIB
Kepala PDAM Bengkalis, Bapeda Bengkalis bersama tiga orang dari Ube City Waterworks dan Sewerage Bureau melakukan peninjauan ke salah satu rumah masyarakat di Sungai Bengkel Bengkalis. (foto: halloriau.com)
BENGKALIS - Pemerintah Kota Ube Jepang siap memberikan bantuan kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bengkalis, untuk pelayanan air bersih di Kabupaten Bengkalis.

Hal itu diungkapkan Kepala PDAM Kabupaten Bengkalis Nova Novianti usai melakukan persentasi dengan Ube City Waterworks dan Sewerrage Bureau, Bapeda dan BLH, Rabu (25/2/2015) di kantor PDAM Bengkalis.

"Dalam persentasi tadi mereka sangat tertarik dan  pertemuan ini sudah dilakukan beberapa kali dengan Pemkab Bengkalis untuk merencanakan masterplannya ke depan," ujar Nova.

Mengenai kelanjutan program tersebut, kata Nova  akan diketahui setelah persetujuan proposal yang diberikan disetujui oleh mereka. Di antaranya di bidang air bersih yang diajukan Pemkab Bengkalis.

Sementara itu Sektretaris Bapeda Bengkalis Imam Hakim, menyambut baik kerja sama ini dimana untuk kelanjutan ini telah menyusun rencana untuk master plan salah satunya terhadap kondisi air minum, dari bahan baku hingga sampai proses menjadi air bersih, selanjutnya hingga  ke teknologi pengolahan.

"Harapan kita kerjasama ini bisa terjalin dengan baik dari cakupan layanan hingga kemampuan yang bisa mengelola air bersih dengan baik," kata Imam Hakim.

Usai persentasi, tiga orang dari Ube City Waterworks dan Sewerage Bureau diantaranya Deputy Director Hiroshi Nishimaru, Patnership Program Division Shiratsuki Takeshi dan Dr Masao Ukita Emeritus Professor Yamaguci University melakukan kunjungan melihat kondisi air ke masyarakat dan ke Pansimas Mandiri air minum di Desa Pangkalan Batang.

Dr Masao Ukita Emeritus Professor Yamaguci University mengatakan bahwa kondisi air baku yang ada memang kadar asam tinggi dan butuh biaya yang besar untuk dijadikan air bersih, selain itu ia melihat standar air yang disalurkan ke masyarakat sudah sangat layak untuk keperluan sehari-hari.

"Untuk pengolahan air sudah bagus dan bisa ditingkatkan bisa minum langsung, tetapi membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengolahannya," ujarnya.

(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar