• Home
  • Sosial
  • Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Saatnya Cocokkan Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Saatnya Cocokkan Arah Kiblat

Rabu, 28 Mei 2014 16:35 WIB

PEKANBARU - Untuk memastikan kebenaran arah kiblat ternyata tak sesuliat yang dipekirakan banyak pihak. Hari ini, Rabu (28/5/14) terjadi fenomena alam yang disebut istiwa a’zham atau persinggahan utama. Saat di mana matahari posisinya tepat berada di atas Ka’bah di Masjidil Harram, Mekkah.

Berdasarkan ilmu astronomi, dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka’bah. Hal ini merupakan pengetahuan yang sudah tua umurnya. Namun sepertinya masyarakat awam tidak banyak yang mengetahui. 

Sekeretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Fajriansyah membenarkan adanya fenomena alam tersebut. “Secara astronomi, dalam setahun putaran matahari, ada dua kali yang posisinya tepat berada di atas Ka’bah,” tuturnya di Pekanbaru, Rabu (28/5/14).

Dijelaskan Fajriansyah, peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Mei (atau 27 di tahun kabisat) pukul 12:18 waktu Mekkah dan 16 Juli (atau 15 di tahun kabisat) pukul 12:27. 
Artinya, semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya ke sana telah menghadapkan wajahnya ke kiblat. Atau jika kita melihat bayangan benda yang tegak lurus di atas tanah, maka bayangan tersebut akan membentuk garis arah kiblat. 

Bagi yang di Indonesia, waktu kejadian tersebut adalah 28 Mei jam 16:18 WIB dan 16 Juli jam 16:27 WIB. Jadi, bagi yang ingin mengecek atau melihat benar tidaknya arah kiblat yang digunakan selama ini silakan keluar pada waktu tersebut dan lihat matahari (atau bayangannya). 

Karena itu, Fajriansyah menghimbau kepada masyarakat, terutama perorangan dan keluarga untuk memanfaatkan momen tersebut untuk mencocokkan arah kiblat tempat sholat di rumah masing-masing. 

“Kalau untuk perorangan dan keluarga, saya sarankan untuk menfaatkan kesempatan nanti sore mencocokkan arah kiblat, sementara bagi masjid dan musholla sebaiknya menghubungi Kantor KUA dan MUI terdekat untuk dilakukan pengukuran manual ke lapangan,” sarannya. 

Tapi, lanjut Fajriansyah, bagi pengurus masjid dan musholla yang belum sempat menghubungi KUA dan MUI terdekat, juga dipersilahkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencocokkan arah kiblat.***(mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar