• Home
  • Sosial
  • Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Selatpanjang

Bukan Sehat Malah Tambah Sakit

Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Selatpanjang

Minggu, 12 April 2015 15:51 WIB
MERANTI - Harapan Bupati Kepulauan Meranti untuk meningkatkan pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang bagi pasien rawat inap jauh dari harapannya. Pasalnya, pelayanan rumah sakit, akhir-akhir ini banyak dikeluhkan pasien maupun pengunjung.

Sejumlah pasien dan pengunjung mengaku kecewa dengan kondisi ruang rawat inap yang tidak dilengkapi fasilitas pendingin ruangan baik Air Conditioner (AC) maupun kipas angin. Akibatnya, para keluarga pasien terpaksa membawa kipas angin sendiri guna mengusir hawa panas di ruangan tempat keluarga mereka dirawat.

"Iya AC-nya tidak berfungsi, jadi harus bawa kipas angin sendiri. Kalau tidak, bisa mati kepanasan kita," ujar Syafi'i, salah satu suami pasien di ruang zaal kandungan, RSUD Selatpanjang Mingu (12/4/2015).

Awalnya Syafi'i mengaku takjub melihat kontruksi bangunan yang terlihat megah dari luar Jalan Dorak, Selatpanjang itu. Namun, ketika memasuki salah satu ruangan rawat inap di lantai 3 tersebut, dirinya kecewa melihat kondisi ruangan yang semrawutan.

"Ya tak menyangka saja, masa rumah sakit sebesar ini tidak ada AC yang bisa difungsikan. Padahal AC nya terpampang di dinding-dinding ruangan rumah sakit ini," katanya.

Mila (29), warga Rangsang Barat, yang merupakan kerabat pasien juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menduga manajemen RSUD seperti tidak ada tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang prima kepada pasien rawat inap.

Dikatakannya, fasilitas pendingin ruangan bukan urusan sepele yang harus diabaikan pihak rumah sakit. Karena, menurutnya, hal ini menyangkut kesehatan pasien dan kenyamanan pengunjung.

"Saya kasihan kepada pasien yang tidak membawa kipas angin, mereka pasti sangat kepanasan. Kalau begitu bagaimana bisa cepat sembuh, malah tambah sakit berobat di RSUD ini," kata Mila.

Ia menuturkan, hampir semua ruangan rawat inap dan ruangan lainnya di RSUD Selatpanjang itu dilengkapi dua unit AC, tetapi tak satupun yang berfungsi.

"Kondisi ini yang memaksa para pasien yang tidak membawa kipas angin untuk membuka ventilasi ruangan selebar mungkin agar sirkulasi udara lebih lancar keluar masuk," kata Mila.

Terkait hal itu, Direktur RSUD Selatpanjang Drg. Ruswita ketika dikonfirmasi melalui via seluler membenarkan bahwa AC di sejumlah ruangan rawat inap RSUD Selatpanjang dalam kondisi tak nyala. Namun ia menyangkal, jika hal ini disebabkan oleh kurangnya tanggung jawab manajemen. 

"Sejak saya menjabat Direktur RSUD, AC nya sudah banyak yang tidak berfungsi karena tidak ada remote. Kalaupun ingin dihidupkan harus melalui sistem manual dan harus dipanjat. Terkadang perawatnya malas memanjat, karena terlalu tinggi," dalihnya.

Berhubung ia beralasan dalam kondisi kurang enak badan, percakapan pun tidak dapat terhubung lebih jauh.

"Nanti saya perintahkan petugas untuk mengecek. Untuk saat ini kondisi kesehatan saya sedang sakit, atau kalau mau lebih jelas bisa langsung ditanyakan ke PPTK atau bagian TU," pungkasnya. 

(rdk/eaf)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar