• Home
  • Sosial
  • Pelanggan Keluhkan Padamkan Mendadak Listrik PLN

Pelanggan Keluhkan Padamkan Mendadak Listrik PLN

Rabu, 11 Februari 2015 18:54 WIB
DUMAI - Semenjak beberapa hari belakangan ini, arus listrik dari PLN sering mengalami gangguan. Ganguan tersebut disebabkan seringnya pemadaman listrik secara tiba-tiba. 

Pemadaman aliran listrik ini terjadi sekitar jam 18:30 sore hingga jam 21:00 malam, sehingga masyarakat merasa sangat terganggu khususnya bagi mereka yang memiliki anak kecil atau balita.

Pemadaman arus listrik dari PLN ini terjadi di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Selatan.

Seperti dituturkan masyarakat Dumai Barat, Yusrizal menyebutkan, pemadaman aliran listrik ini tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelanggan, sehingga sangat mengganggu usahanya. 

"Ini kok bisa mati-mati terus listriknya PLN? Kalau terus menerus mati secara tiba-tiba, barang-barang elektronik dan barang lainnya bisa jadi rusak. Dan saya melihat pelayanan PLN sudah semakin memburuk," kata Yusrizal, Rabu (11/2) dengan nada kesal.

Selain sering terjadinya pemutusan aliran listrik, Yusrizal juga sangat kecewa karena lambatnya proses pelayanan lainnya dari PLN. "Kita sangat kecewa dengan pelayanan PLN, karena saya sempat menaikkan daya dari 900 ke 3500 namun prosesnya makan waktu hampir 3 minggu dengan alasan meteran 3500 tak ada di PLN," sebut Yusrizal.

Padahal, kata Yusrizal, dirinya telah membayar uang pemasangan meteran 3500 sebesar Rp2.800.000 melalui AKLI Biro PLN. 

"Anggota saya minta PLN yang pasang langsung, tapi pihak PLN malah menyuruh daftarkan melalui sistem online atau melalui AKLI. Setelah itu, anggota saya langsung mendaftar ke AKLI tapi saya sempat kecewa akibat pemasangan yang makan waktu hampir tiga minggu," ujarnya.

Sebelum membayar uang penambahan daya, kata Yusrizal, pihak PLN meminta anggotanya untuk melunasi pemakaian bulan Desember 2014 dan sisa pemakaian bulan Januari 2015. 

"Anggota saya sudah saya suruh untuk membayar segala tunggakan, tetapi tetap saja pemasangan meteran itu makan waktu yang sangat lama," katanya.

Sementara Udin warga Kelurahan Simpang Tetap Darul Ikhsan mengatakan karna matinya arus listrik ini membuat keluarganya menunda berbagai aktifitasnya, termasuk menunda mandi sampai persediaan air sudah ada. 

"Kami sekeluarga tak bisa mandi sampai jam 10 malam karena listrik mati dan mesin penyedot air dari sumur bor tak bisa hidup maka persediaan air tak ada," katanya.

Terkait matinya aliran listrik ini ketika Pesisir Pos mendatangi kantor PLN Dumai, pihak PLN tak dapat memberi jawaban yang pasti. "Saat ini Kepala Rayon Pak Dodi sedang tak ada di tempat, dan Pak Aprizal Supervisor Rayon sedang rapat," tambahnya. 

"Memang untuk pelayanan tentang adanya gangguan tempatnya disini, tapi kami tak dapat memberikan jawaban karena kami tak punya wewenang untuk menjawab penyebab matinya listrik," sebut petugas PLN Bagian Pelayanan Teknik.

Dan tentang adanya keterlambatan pemasangan meteran hingga memakan waktu tiga minggu, pihak AKLI Dumai, Mulyadi mengatakan hal tersebut dikarenakan tak adanya persediaan meteran di PLN. 

"Memang meteran 3.500 sedang kosong, sehingga harus diorder terlebih dahulu, dan memang proses pendatangannya memakan waktu hampir tiga minggu untuk dapat datang ke Kota Dumai," tutupnya. 

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar