• Home
  • Sosial
  • Pemkab Bengkalis Cuek Warganya Terlantar di RSUD AA

Pemkab Bengkalis Cuek Warganya Terlantar di RSUD AA

Senin, 02 Maret 2015 19:44 WIB
PEKANBARU - Selain tidak mendapat perhatian dari RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Jelita (44) dan suaminya Junihar Silaban (44), pasien Jamkesda yang mengalami luka bakar cukup parah sehingga mengalami lumpuh total juga dicuekin Pemerintahan Kabupaten Bengkalis.

Sebab, Junihar Silaban berencana akan pulang ke rumahnya di desa Simpang Intan kecamatan Pinggir kabupaten Bengkalis, karena tidak memiliki biaya untuk makan.

Sementara RSUD Arifin Ahmad tidak memberi kepastian kapan waktunya Jelita untuk dioperasi amputasi tangannya yang membusuk terbungkus kain kasa. Saat ini, Jelita diletakkan di ruang luka bakar sebelah ruang isolasi tanpa diinfus.

"Kami mau pulang bang, kapan waktu operasinya kami tidak tahu. Uang gak ada lagi untuk makan, ya kami tunggu kabar operasinya di rumah aja," ujar Junihar sambil membelai kepala istrinya, Senin (2/3).

Sementara itu, Humas Pemerintahan Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri saat dihubungi merdeka.com mengaku, sudah mengetahui kabar warganya yang terlantar di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Namun menurut Johan, itu merupakan tanggung jawab pihak rumah sakit.

"Itu tanggung jawab RSUD, kan di sana mereka berobat. Dinas kesehatan kan yang membidangi itu," ujar Johan.

Saat merdeka.com menyampaikan Jelita dan suaminya Junihar akan pulang dari RSUD Arifin Ahmad karena tak mendapat respon positif dan kehabisan biaya kehidupan, Johan mengaku belum dapat informasi.

"Iya, kalau soal itu kan yang bersangkutan menggunakan Jamkesda, itu ya Dinas kesehatan, kami juga belum mendapat informasi dari RSUD," jelas Johan.

(mdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar