Program Terang Benderang
Pemkab Meranti Anggarkan Rp75 Miliar untuk Surplus Listrik Pulau Rangsang
Minggu, 05 April 2015 17:45 WIB
MERANTI - Program Meranti Terang Benderang di zaman Bupati Irwan bukan isapan jempol belaka. Buktinya, tahun ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelontorkan dana sebanyak Rp75 milir untuk pembangunan listrik guna mencukupi kebutuh di Pulau Rangsang.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepulauan Meranti, H.Herman, menjelaskan anggaran pembangunan yang terdiri dari pengadaan mesin pembangkit listrik dan jaringan yang bersumber dari APBN sebesar Rp 30 miliar dan APBD Kepulauan Meranti sebesar Rp 45 miliar.
"Jadi totalnya ada Rp 75 miliar. Kita sangat berharap anggaran ini mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di Meranti secara optimal, sehingga program pemerintah daerah soal terang benderang akan terwujud di tengah-tengah masyarakat," ujar Herman, kepada sejumlah awak media.
Menurutnya khusus anggaran yang dikucurkan APBD Kepulauan Meranti digunakan untuk lanjutan pembangunan jaringan di beberapa kecamatan, dan pengadaan mesin pembangkit sebesar 1 Megawat (Mw) yang tersambung langsung dengan PLN di Kecamatan Rangsang.
"Termasuk pembangunan jaringan kabel bawah tanah sepanjang 1,5 kilometer di area perkantoran Pemkab Jalan Dorak. Itu sekitar Rp 2 miliar komplit. Kami harapkan pembangunan ini bisa berjalan tepat waktu dan dapat dinikmati masyarakat dengan secepatnya," jelasnya.
Dirincikannya, pembangunan jaringan tersebut tersebar di berbagai desa, mulai dari lanjutan jaringan di Kecamatan Tasik Putripuyu, yakni Desa Mengkirau, Desa Kudap, dan Desa Putripuyu. Selanjutnya lanjutan jaringan Desa Mekarsari Kecamatan Merbau.Untuk Tebingtinggi Timur, pembangunan jaringan di Teluk Buntal.
"Kalau untuk Kecamatan Pulau Merbau, ada di Desa Semukut, Batang Meranti, Centai, Renak Dungun, dan Desa Padang Kamal. Masyarakat di daerah itu akan dapat menikmati aliran listrik sebagai sumber penerangan dan kegiatan lainnya," ujarnya saat berbincang-bincang dengan awak media.
Dikatakannya, pembangunan lanjutan jaringan juga dilakukan di Desa Sendaur, Sonde, dan Desa Sokop Kecamatan Rangsang Pesisir. Sedangkan di Kecamatan Rangsang mulai dari Desa Teluksamak dan Gemalasari. "Pembangunan jaringan ini wajib dilakukan sebagai salah satu kebutuhan dasar listrik," ujar Mufrizal.
Sedangkan untuk anggaran APBN sebesar Rp 30 miliar dialokasikan untuk pengadaan mesin pembangkit di dua desa di Pulau Rangsang yakni Desa Lemang dan Desa Teluksamak, masing-masing sebanyak 3 unit dengan kapasitas 500 Kw. "Artinya dengan 3000 Kw itu sudah bisa menerangi seluruh Pulau Rangsang,"sebutnya.
Lebih jauh dia menjelaskan sebagai wilayah perbatasan, tiga kecamatan yang berada di Pulau Rangsang memang mendapatkan prioritas dari pemerintah pusat. Sehingga pembangunan listrik lebih banyak dialokasikan ke pulau yang berada di bibir Selatmalaka itu. "Termasuk bantuan PLTS dengan kapasitas 150 kw, di Desa Lemang dan Teluksamak," tambahnya lagi.
Sedangkan menurut Bupati Meranti Irwan, tidak ada gunanya jika memiliki berbagai fasilitas dan infrastruktur yang baik, jika tidak didukung oleh tenaga listrik. Oleh karena itu listrik saat ini menjadi salah satu keperluan pokok bagi seluruh masyarakat terutama di Kepulauan Meranti, yang masih banyak terisolir.
"Program listrik desa sangat diperlukan seluruh masyarakat. Dari total seluruh desa dan kecamatan di Kepulauan Meranti, yang teraliri baru sebesar 37 persen saja, itupun terkonsentrasi di Kota Selatpanjang, sedangkan di tingkat pedesaan belum teraliri listrik," jelasnya.
Ini menurutnya, menjadi keperluan pokok masyarakat saat ini, tanpa listrik tidak mungkin kualitas pendidikan baik, industri rumah tangga tumbuh. Jika listrik tidak ada, tidak ada gunanya, kalau kita memiliki berbagai fasilitas yang baik seperti elektronik dan lainnya.
(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

