Peternak Sapi Bali Diminta Waspada Virus Jembaran
Selasa, 10 Februari 2015 11:38 WIB
DUMAI - Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kota Dumai Syafrizal mengjak peternak sapi untuk sigap terhadap ancaman wabah penyakit jembaran yang beberapa hari belakangan ini sudah terjadi di wilayah Riau.
"Peternak harus waspada sejak dini. Selain itu laporkan jika ternak sapi sakit dengan tanda-tanda penyakit jembrana kepada dokter hewan setempat, sehingga cepat mendapatkan perobatan," kata Syafrizal, di ruang kerjanya, Selasa (10/2/15).
Penyakit ini baru masuk ke Provinsi Riau, termasuk Dumai. Sehingga, apabila tak dicegah menimbulkan kematian yang tinggi seperti dikabupaten lain. "Di Kota Dumai belum ada kematian jumlah yang banyak akibat penyakit ini dan mudah-mudahan jangan terjadi," imbuhnya.
Kadis menekankan diperlukan kerja-keras dan kerjasama pemilik ternak, dokter hewan dan instansi terkait memberantas penyakit ini. Penyakit ini sendiri, menurutnya, disebabkan virus lentivirus dan khusus menyerang sapi bali atau sapi persilangan sapi bali (bos Javanicus).
"Jika sapi bali sudah terkena, akan menunjukkan tanda yang menciri yaitu pembengkakan kelenjar limfe dibahu dan kaki belakang (lgl. pre scapularis) sebelah kanan dan kiri," katanya melanjutkan.
Jika sudah parah akan diikuti diare darah segar dan bercak-bercak darah di kulit (seperti keringat darah) lalu diikuti kematian. Penyakit ditularkan vektor perantara seperti lalat Tabanus Sp dan nyamuk atau kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.
"Jika sudah terinfeksi, tingkat kematiannya sampai 98,9 persen," jelasnya sembari menambahkan, pencegahan agar tak mewabahnya penyakit ini sudah dilakukan sejak diketahui virus ini masuk Dumai dengan mengetatkan kontrol lalu lintas dipos-pos lalulintas ternak dipintu masuk dan keluar kota.
Selain itu, terangnya, melakukan Syndromic Surveilance setiap ada laporan sapi bali yang sakit. Penyakit ini tak dapat diobati, tapi dapat dicegah dengan mengendalikan vektor perantara dengan menjaga kebersihan dan penyemprotan insektisda dilingkungan kandang.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

