Sebagian Pengguna Dana Gapoktan Belum Melapor di Meranti
Minggu, 01 Maret 2015 17:21 WIB
MERANTI - Aktivis Korwil Derap Kumham (Deretan Rakyat Peduli Hukum dan HAM) Provinsi Riau, Rozali, mensinyalir pengucuran dana APBN di Kepulauan Meranti untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sejak tahun 2011 hingga 2014 lalu sarat penyimpangan.
Dugaan penyimpangan itu, kata Rozali, juga diperkuat dengan belum dilaporkannya realisasi pelaksanaan program bantuan dana secara terperinci oleh para penerima kepada SKPD terkait di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.
"Kita patut mencurigai realisasi dana Gapoktan lewat aspirasi anggota DPR RI di Kementerian Pertanian dan Perternakan, terhitung sejak tahun 2011 sampai 2014 lalu. Karena hanya sebagian kelompok tani saja yang melaporkan realisasinya," ungkap Rozali, kemarin.
Menurut Rozali, sebagian dana yang disalurkan kepada masing-masing Gapoktan itu entah kemana rimbanya. dana yang disalurkan lewat Kementerian tersebut terindikasi hanya dimanfaatkan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu saja.
Seharusnya, kata Rozali, dana tersebut digunakan buat kalangan gabungan kelompok tani (Gapoktan), namun kenyataan dilapangan hanya beberapa kelompok saja yang jelas, dimana setiap tiga bulan perkembangan dari dana tersebut harus dilaporkan kepada Dinas terkait.
"Nah yang kita pertanyakan, apakah ketua kelompoknya membuat laporan tertulis atau tidak terkait perkembangan dilapangan, sementara PL-nya juga harus mengkroscek ke lapangan sesuai laporan tersebut," ujarnya.
Pihaknya juga mengaku khawatir ada indikasi atau dugaan main mata oknum Ketua Gapoktan dengan pihak terkait seperti oknum di Dinas yang bersangkutan, agar pada saat penerima laporan tidak dilakukan kroscek ke lapangan.
Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan dan Tanaman Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti, H Sihana SP, saat dikonfirmasi terkait persoalan itu mengatakan, sebagian dari penerima dana tersebut ada yang membuat laporannya.
Sihana mengakui, kalau gabungan kelompok tani (Gapoktan) penerima tidak secara keseluruhan yang membuat laporan. "Sulit Pak, kita sering menegaskan agar kelompok yang terdaftar menerima bantuan dapat membuat laporan secara detail," kata Sihana.
Namun dirinya juga tidak menafikan adanya kelompok yang berhasil, seperti kelompok tani di wilayah Kecamatan Rangsang. "Mereka berhasil, karena ada peningkatan dana yang bergulir, sehingga bermanfaat buat masyarakat tani disana," jelas Sihana.
(rdk/fan/moc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

