Sejumlah Pejabat Pemko Pekanbaru Test Urine di BNN
Jumat, 20 Februari 2015 20:27 WIB
PEKANBARU - Sejak pendaftaran seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama atau calon pejabat setingkat eselon II dibuka sepekan yang lalu, pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ramai-ramai melakukan tes urine di BNN Kota Pekanbaru.
Pasalnya persyaratan yang wajib dipenuhi pelamar Assessment pejabat Pemko Pekanbaru mesti bebas dari narkoba.Hingga saat ini sudah ada 40 pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru yang melakukan tes urine di BNN Kota Pekanbaru. Hasilnya, seluruh pejabat tersebut dinyatakan negatif.
Artinya hingga saat ini, belum ditemukan ada pejabat yang terindikasi mengkomsumsi narkoba. Kepala BNN Kota Pekanbaru AKBP Soekito mengungkapkan, tes urine untuk pejabat yang akan mengikuti seleksi eselon II ini tidak ditentukan jadwalnya secara khusus.
Setiap hari dan setiap jam kerja, pihaknya siap untuk melakukan tes urine kepada seluruh pejabat yang akan mengikuti seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama atau calon pejabat setingkat eselon II ini.
"Untuk menghindari kecurangan, yang bersangkutan harus hadir ke kantor kita dan menunjukkan KTP. Kemudian mengisi data-data dan kita cek, data-datanya itu. Bahkan sampai ke tolilet pun kita kawal, sekalipun kita kenal orang yang tes urine itu," kata Soekito.
Jika kedepatan ada hasil tes urine dari pejabat ini yang positif narkoba, maka pihaknya tidak akan merekomendasikan kepada BKD bahwa yang bersangkutan tidak layak untuk mengikuti seleksi terbuka pejabat eselon II.
"Tes urine yang kita lakukan ini menggunakan alat yang memiliki standar lima parameter. Alat itu bisa mendeteksi penggunaan narkotika jenis sabu-sabu, ekstase, ganja, morfin dan kokain,"bebernya.
(dan/rtc)
Pasalnya persyaratan yang wajib dipenuhi pelamar Assessment pejabat Pemko Pekanbaru mesti bebas dari narkoba.Hingga saat ini sudah ada 40 pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru yang melakukan tes urine di BNN Kota Pekanbaru. Hasilnya, seluruh pejabat tersebut dinyatakan negatif.
Artinya hingga saat ini, belum ditemukan ada pejabat yang terindikasi mengkomsumsi narkoba. Kepala BNN Kota Pekanbaru AKBP Soekito mengungkapkan, tes urine untuk pejabat yang akan mengikuti seleksi eselon II ini tidak ditentukan jadwalnya secara khusus.
Setiap hari dan setiap jam kerja, pihaknya siap untuk melakukan tes urine kepada seluruh pejabat yang akan mengikuti seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama atau calon pejabat setingkat eselon II ini.
"Untuk menghindari kecurangan, yang bersangkutan harus hadir ke kantor kita dan menunjukkan KTP. Kemudian mengisi data-data dan kita cek, data-datanya itu. Bahkan sampai ke tolilet pun kita kawal, sekalipun kita kenal orang yang tes urine itu," kata Soekito.
Jika kedepatan ada hasil tes urine dari pejabat ini yang positif narkoba, maka pihaknya tidak akan merekomendasikan kepada BKD bahwa yang bersangkutan tidak layak untuk mengikuti seleksi terbuka pejabat eselon II.
"Tes urine yang kita lakukan ini menggunakan alat yang memiliki standar lima parameter. Alat itu bisa mendeteksi penggunaan narkotika jenis sabu-sabu, ekstase, ganja, morfin dan kokain,"bebernya.
(dan/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

