• Home
  • Sosial
  • Selama Ramadhan, Disos Dumai Terus Tertibkan Gepeng

Selama Ramadhan, Disos Dumai Terus Tertibkan Gepeng

Rabu, 08 Juli 2015 18:04 WIB
DUMAI - Seperti pada Bulan Ramadhan ditahun-tahun sebelumnya, tugas Dinas Sosial Kota Dumai tahun ini masih tetap bekerja sedikit ekstra menertibkan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng). Karena tak dipungkiri, meski telah banyak diantara gepeng tersebut yang dipulangkan kekampung halaman, namun banyak pula pendatang baru yang masuk ke kota Dumai.

Kepala Dinas Sosial H.Chairuddin Adnan mengatakan dengan banyaknya gepeng yang datang baru, aktivitas pekerjaan setiap tahunnya tak jauh berbeda. 

"Tugas kita masih sama dengan yang lama tapi mungkin pendatang gelandangan dan pengemis aja yang baru. Kalau ada penangkapanpun tetap kita tempatkan dirumah singgah. Setelah itu baru kita kirim dan pulangkan ke kampung asalnya. Tapi tentu ada yang baru dan setelah dipulangkan kekampung halamannya malah ada juga yang datang lagi ke Dumai," terang Chairuddin Adnan, belum lama ini.

Tak jarang pula diantara para gepeng tersebut ada yang terlantar bahkan ada yang sakit. Dan jika ada yang sakit, maka Dinsos Kota Dumai akan mengantarkannya ke Rumah Sakit atau ke Puskesmas. Namun kalau sakit jiwa dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Tampan (Pekanbaru).

"Jika ada yang terlantar, maka akan kita tempatkan di rumah singgah Dinas Sosial. Rumah singgah kita ada 6 kamar, ada dapur dan juga ada kerangkeng untuk gangguan jiwa. Kalau ada yang meninggal dunia kita tanya dulu kepada masyarakat, kalau dia dari suku minang atau batak kita tawarkan apakah ada ikatan keluarga masyarakat minang atau batak yang bersedia menanganinya. Kalau tidak ada tentu kami yang bertanggungjawab," sebut Adnan.

Adnan mengatakan, kalau sudah bermasalah tentang masalah sosial segala sesuatunya tentu akan menjadi tugas Dinsos. Dikatakan Adnan, ada pula warga negara asing yang terlantar di Kota Dumai yang akhirnya harus dipulangkan ke negara asalnya. 

"Ya, beberapa waktu yang lalu ada warga negara Thailan yang tidak diketahui atau tidak terdata, padahal sudah belasan tahun tinggal di Kota Dumai. Dia bekerja di kebun sambil mengurus kolam ikan di daerah Bukit Jin," jelasnya. 

"Diketahui waktu itu karna dia sakit dan baru ketahuan. Padahal dia masuk ke Kota Dumai ketika usianya masih 25 tahun dan ketahuan setelah dia berumur 45 tahun, berarti sudah sangat lama dia tinggal menetap dan berada di Kota Dumai," papar Adnan.

Dan setelah itu, kata Adnan, Dinsos Kota Dumai kemudianpun mengirimi surat ke kedutaan Thailan, dan kemudian setelah itu perwakilan negara Thailand pun langsung datang ke Kota Dumai dan membawanya pulang ke kampung asalnya. 

"Keluarganya sudah menduga dia telah meninggal. Setelah ditanya, awalnya dia ke Malaysia, belum sempat kerja disana mereka tertangkap. Ibunya dipulangkan ke Thailand sedangkan dia ke Kota Dumai, karena saking banyaknya pendatang ke Malaysia waktu itu sehingga dia dibawa ke Kota Dumai, ketika waktu ditanya namanya kebetulan namanya Muktar seperti nama orang melayu maka itu masuk ke kapal arah Kota Dumai. Bayangkan dari usia 25 tahun dan kita pulangkan kesana umur 40 tahun," terang Adnan mengakhiri.

Pantauan wartawan, itulah segelintir permasalahan yang kerap kali harus dihadapi oleh Dinas Sosial Kota Dumai, dan tak jarang terkadang Kebijakan Pimpinan Dinsos yang dalam hal ini adalah Kadinsos sangat dibutuhkan dalam penyelesaiannya.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ramadhan
Komentar