• Home
  • Sosial
  • Tes Tulis Asessment Pemko Pekanbaru, Dua Terlambat dan Seorang Alpa

Tes Tulis Asessment Pemko Pekanbaru, Dua Terlambat dan Seorang Alpa

Senin, 30 Maret 2015 18:56 WIB
Para pejabat peserta asessment menjalani tes tertulis. Dua peserta datang terlambat dan seorang lagi tak datang tanpa penjelasan.
PEKANBARU -‎ Kelanjutan seleksi Jabatan Tinggi Pratama Pemerintah kota Pekanbaru pagi ini memasuki tahap test tertulis dengan meteri uji kompetensi bidang, uji kemampuan menejerial dan uji pemerintahan. 

Demikian disampaikan Kepala BKD kota Pekanbaru, Azharisman Rozie, Senin (30/03/2015). 

Dalam ujian test tertulis tersebut, dari 100 peserta ada tiga pejabat eselon II yang tidak tepat waktu, satu diantaranya tidak datang. 

"Ya, tadi ada dua pejabat yang terlambat datang, yakni A Mius dan Yusrizal, sementara Darmawati pejabat dari Dinas Pertanian tidak hadir," jelas Rozie. 

Kemudian, Rozie menjelaskan ujia tertulis ini akan berlangsung selama 150 menit atau dua setengah jam, setelah itu dilanjutkan dengan test Wawancara dan persentase makalah. 

"Dalam persentase dan wawancara akan terbagi dua kelompok, sehingga seleksi ini bisa secepatnya diselesaikan dan ditargetkan pada pertengahan April mendatang mereka sudah bisa dilantik," singkatnya. 

Wawancara dan Presentasi Ditunda

Berdasarkan kondisi ujian dan kesiapan peserta seleksi jabatan tinggi pratama Pemko Pekanbaru test wawancara dan persentase makalah ditunda. 

Sebelumnya dijadwalkan test akan dimulai pada pukul 10.00 WIB diundur menjadi 01.00 WIB. Demikian disampaikan Azharisman Rozie, Senin (30/03/2015). 

"Ya, dari segi waktu untuk melaksanakan test wawancara tidak memadai, karena ?pertimbangan makan siang, sholat zhuhur ujian kita tunda ujian hingga siang nanti," jelas Rozie. 

Disebutkannya, ada beberapa point penting yang akan dinilai dalam test Wawancara dan Persentase makalah. 

Yakni penilaian pada Sikap dalam penyajian bobotnya satu point, "teknik penyajian bobotnya satu point, keterkaitan dan ketajaman makalah bobotnya dua point," Sistematika penyajian dua point dan Efetifitas waktu satu point.

"Jadi ada lima kriteria yang akan dinilai dengan nilai bobot tujuh," papar Rozie. 

Lanjut, Dirinya juga menjelaskan test wawancara nanti akan dilakukan secara transparan, seluruh aktifitas akan direkam dan disiarkan langsung di tv BKD.

Sehingga tidak ada protes dikemudian hari karena bukti dia sudah ada dalam rekaman. 

"Namun pada TV BKD hanya akan menampilkan visualnya saja, sementara audionya dihilangkan," jelas Rozie lagi.

(rdk/rtc/dan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar