• Home
  • Sosial
  • Wako dan Gubri Manfaatkan Rakernas Apeksi 2014 Sebagai Tempat Curhat

Wako dan Gubri Manfaatkan Rakernas Apeksi 2014 Sebagai Tempat Curhat

Kamis, 22 Mei 2014 13:18 WIB

DUMAI - Gubernur Riau Annas Maamun dalam pembukaan Rakernas Apeksi 2014 yang diselenggarakan di Hotel Comfort Dumai tidak menyampaikan apa maksud dan tujuan Apeksi itu diselenggarakan, namun ia lebih fokus pada curahan hatinya dalam berkarir selama ini.

"Saya perlu menceritakan hal ini agar menjadi pengalaman dan pelajaran bagi kepala daerah yang hadir bahkwa karir yang diperoleh saat ini adalah hanya dengan niat untuk kepentingan masyarakat," ungkapnya kepada puluhan kepala daerah maupun utusan Walikota se-Indonesia. 

Dijelaskan Annas Maamun, sejak awal dirinya tidak pernah terbayang menjadi bupati maupun gubernur, tapi perjalanan hidup mengantarkan dia menjadi salah seorang gubernur tertua di Indonesia. 

Selain itu, dia juga menyesalkan sikap pemerintah pusat yang dinilainya selalu menjadi batu sandungan dalam program pembangunan di daerah. Pemerintah pusat dinilainya terlalu kaku dalam menerapkan aturan, sehingga berbagai program pembangunan daerah menjadi terkendala. 

Hal itu dinilainya perlu menjadapat pelawanan, supaya pemerintah pusat tidak hanya mengedepankan aturan yang ada, tapi justru lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah. 

Karena itu, dia mengharapkan kepada anggota Apeksi untuk menghasilkan keputusan yang dapat memperjuangkan daerah. "Inilah yang sampaikan pada pembukaan Apeksi ini kepada bapak-bapak walikota maupun utusan," pungkasnya. 

Begitu juga dengan Walikota Dumai Khairul Anwar, pada pembukaan Rakernas Apeksi ia lebih memilih menceritakan kondisi Kota Dumai. Dimana kata dia, sebagai kota yang terus berkembang, Dumai dahulu hanyalah merupakan perkampungan nelayan.

Kota Dumai ini menjadi tempat singgah menunggu arah angin berubah untuk selanjutnya meneruskan perjalanan mengarungi lautan. Namun sekarang, Kota Dumai menjadi Primadona Pantai Timur Sumatera.

"Kota Dumai saat ini menjadi Primadona Pantai Timur Sumatera. Kota Dumai telah menjelma menjadi kota dengan penduduk yang cukup heterogen, tidak kurang dari 16 suku bangsa mendiami daerah ini," ungkapnya.

Dikatakan walikota, masyarakat menjaga terjalinnya kerukunan antara sesama suku dengan membentuk suatu wadah yang berfungsi sebagai sarana untuk menjembatani segala persoalan yang mungkin terjadi, yaitu Lembaga Kekeluargaan dan Kerukunan Masyarakat Dumai (LKKMD).

"Alhamdulillah, sejak Sejak Kota Dumai terbentuk, tidak pernah ada kerusuhan antar etnis terjadi. Bahkan sebaliknya, semua suku berlomba untuk menjadi yang terdepan dalam partisipasi. Hal ini merupakan modal awal pembangunan dan investasi,' kata Walikota.

Dijelaskannya, dari sudut pandang religi, penduduk Kota Dumai juga menganut hampir semua agama yang ada di Indonesia. Dikatakannya, dari dulu hingga sekarang, tidak pernah terjadi gesekan-gesekan yang muncul dengan mengatasnamakan keagamaan. 

"Masyarakat menjalin kerukunan hidup beragama secara alamiah, juga tidak terlepas peran dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang senantiasa memupuk toleransi dikalangan ummat. Satu lagi modal dasar atas pembangunan yang giat-giatnya kami gelar," jelasnya.

Kemudian, dari sudut pandang geografis pula, Kota Dumai memiliki letak yang sangat strategis, memiliki garis pantai lebih kurang 134 Km, dialiri oleh 15 sungai besar dan kecil dengan panjang keseluruhan berjumlah 222 Km.

"Dumai telah berkembang pesat dengan pertumbuhan ekonomi tanpa migas mencapai 8,59 persen. Dari semua potensi yang dimiliki Kota Dumai, baik secara geografis, demografis, dan ekonomi, maka saya yakin bahwa kesiapan pemerintah dalam menghadapi Asean Economic Community Tahun 2015 sebenarnya telah memiliki pondasi yang cukup kuat,' terangnya.

Sementara Wali Kota Dumai Khairul Anwar mengharapkan agar Rakernas Apeksi X menjadi nilai tambah bagi Kota Dumai dan anggota Apeksi lainnya. Dimana Rakernas Apeksi X diharapkan dapat menjadi momen untuk bersinergi antar anggota Apeksi dalam program pembangunan untuk kemajuan daerah.

Pembukaan Rakernas Apeksi X juga dihadiri perwakilan Kementrian Keuangan dan Kementrian Perdagangan, Dewan Pengurus Apeksi, perwakilan Dirjen ASEAN, rombongan kepala daerah peserta Apeksi, Forum Komunikasi Pimpinan Darah (FKPD) Provinsi Riau, pejabat Pemerintah Kota Dumai, dan FKPD Kota Dumai.***(din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar