• Home
  • Sosial
  • Walikota Dumai Sebut PIK Harus Dapat Membantu Remaja

Pelaksanaan APR Ke-8 Riau,

Walikota Dumai Sebut PIK Harus Dapat Membantu Remaja

Kamis, 08 Mei 2014 10:27 WIB

DUMAI - Walikota Dumai Khairul Anwar mengatakan, Pusat Informasi dan Konsling Remaja (PIK Remaja) dapat membantu remaja dalam memperolah informasi, pengetahuan dan konsling tentang hal-hal yang berkaitan tentang remaja.

Apa yang disampaikan Walikota Dumai ini saat membuka pelaksanaan Ajang Prestasi Riau (APR) ke 8 tingkat Provinsi Riau tahun 2014 yang dilaksanakan oleh Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai.

APR sendiri diikuti sebanyak 12 kabupaten/kota se-Riau dan akan berlangsung empat hari hingga 9 Mei mendatang.

"Banyaknya permasalahan yang dialami remaja, karena kurangnya pemahaman para remaja tentang program Generasi Berencana (Genre). Biasanya remaja lebih nyaman dan terbuka dengan teman sebayanya dalam mengatasi permasalahan yang dialaminya, dibanding dengan orang tuanya," katanya, kemarin. 

Dengan demikian, kata Khairul Anwar, program Genre yang dilakukan BKKBN ini akan dapat mengatasi persoalan yang ada pada remaja, sehingga remaja dapat berkonsling dengan apa yang dialami olehnya. Keberadaan PIK Remaja diharapkan dapat membantu para remaja untuk melakukan konsling permasalahan yang mereka alami.

Walikota juga mengingatkan kepada kedua orang tua agar lebih memusatkan perhatian mereka kepada anak-anaknya, sehingga dapat membina anak-anak mereka untuk terhinfar dari bahanya Narkoba, pergaulan seks bebas, dan damapak bahanya terkena penyakita HIV dan Aids.

"Saya berharap, dalam acara APR ini dapat menimbulkan remaja yang sehat dan cerdas, saya berpesan kepada remaja agar menjauhi narkoba, dan jauhi hal-hal yng tidak bermanfaat bagi remaja,' harapnya.

Marwan selaku Kepala Dinas Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai mengatakan, kegiatan yang ditaja ini guna meningkatkan pemahaman remaja diusia remaja saat ini, bagaimana agar terhindar dari, bahayanya penyalahan Narkoba, pergaulan bebas, HIV dan Aids.

Untuk menghindari hal tersebut, kata Marwan, pihaknya melakukan beberapa pendekatan, yakni kepada remaja dan kepada keluarga yang memiliki remaja.

'Kepada remaja kita lakukan dengan pengembangan PIK, sedangkan kepada keluarga yang memiliki remaja, dilakukan dengan Bina Keluarga Remaja (BKR) dengan demikian, anak remaja mereka bisa terhindar dari yang bisa membahayakan diri mereka,' bebernya.***(din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar