• Home
  • Sosial
  • Warga Bengkalis Kelabakan Cari Air Bersih

Warga Bengkalis Kelabakan Cari Air Bersih

Minggu, 15 Februari 2015 13:39 WIB
BENGKALIS - Musim kemarau memberikan dampak buruk terhadap kondisi lingkungan. Selain berdampak pada musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kondisi air bersih juga sangat sulit untuk didapatkan masyarakat yang tinggal di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Kini sebagian masyarakat di Kabupaten Bengkalis mulai kesulitan mendapatkan air bersih setelah lebih satu bulan tidak turun hujan. Mereka yang selama ini bergantung pada air hujan untuk kebutuhan sehari-hari terpaksa membeli air galon isi ulang dengan harga cukup mahal.

Seperti diungkapkan warga Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Anuwar. Dikatakan, sudah sepekan terakhir kampungnya kesulitan air bersih. Selama ini untuk kebutuhan sehari hari mereka hanya mengharapkan air hujan, sedangkan sudah genap sebulan belum ada guyuran hujan.

"Air hujan sudah habis bang di dalam tampungan, sedangkan air gambut berwarna merah sudah mulai kehitam-hitaman. Sudah seminggu ini kami susah mendapatkan air bersih untuk kebutuhan, kalau untuk mandi mungkin masih bisalah, tapi kalau untuk memasak," katanya.

Dikatakan untuk untuk memenuhi ketuhan air untuk memasak terpaksa membeli air galon isi ulang seharga Rp7 ribu/galon. Sementara di sisi lain, penghasilan mereka mayoritas dari berkebun karet, dimana selama musim kemarau ini cairan getah (karet) juga mulai kering.

"Kalau dibandingkan, dengan penghasilan getah yang tidak seberapa itu untuk kebutuhan sehari hari, kami sebagai masyarakat kampung sudah kalang kabut. Apalagi harus ada pengeluaran lagi membeli air galon, mau berapa galon setiap harinya untuk kebutuhan air bersih di dapur," katanya.

Hal senada juga dirasakan warga Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis, Ayu. Di tempat tinggalnya, sejak 10 hari yang lalu mengalami kesulitan air bersih. Air parit yang selama ini sebagai alternatif masyarakat bila sudah mengalami kemarau, juga ikut kering.

"Dulu sebelum dibeton, parit yang mengalir air gambut itu sebagai tempat alternatif ketika masyarakat sini kesulitan air bersih, tapi setelah diangun turap dan lantai dasarnya juga dibeton sudah tidak ada air lagi ketika musim kemarau," ungkapnya.

Keluhan kedua orang yang berbeda wilayah Kecamatan di Pulau Bengkalis ini, sebagai gambaran bahwa masyarakat di pulau Bengkalis mulai kesulitan air bersih dan mereka tidak akan mampu berbuat apa-apa untuk mendapatkan air bersih, bila tidak ada uluran tangan dari Pemerintah.

"Kami benar benar mengharapkan perhatian Pemerintah untuk membantu menyediakan air bersih buat kami. Jangan sampai menunggu masyarakat terjangkiti wabah penyakit kulit seperti tahun 2013 lalu, barulah Pemerintah memberi bantuan," ungkap warga Papal lainnya, Nurdin.

Sebelumnya, seperti diberitakan mengantisipasi kesulitan warga dalam mendapatkan air bersih selama musim kemarain, PDAM Bengkalis siap melayani warga memasok air bersih ke rumah-rumah. 

Bagi yang ada di sekitar kota Bengkalis, akan dilayani dengan mobil tanki kapasitas 2000 liter. Sedangkan untuk di luar kota Bengkalis, akan dilayani dengan mobil tanki kapasitas 5000 liter.

(rdk/hrc/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar