Layanan Jaringan Telkomsel Bangkitkan Perekonomian Masyarakat
Hadi Pramono Selasa, 13 November 2018 15:42 WIB
PEKANBARU - Seperti halnya yang dilakukan oleh Telkomsel Sumbagteng yang memayungi wilayah Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat. Telkomsel juga bangun infrastruktur jaringan sepanjang 2018 ini.
Salah satu desa yang kini sudah menikmati program tersebut yakni desa Berancah, kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dimana desa yang berjarak lebih dari 15 kilometer dari kota bengkalis ini, setahun terakhir ini jaringan Telkomsel sudah cukup dinikmati oleh masyarakat. Hal ini sejalan dengan hadirnya BTS di wilayah tersebut.
Kualitas jaringan yang memadai dan berangsur maksimal berpengaruh kepada masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. Seperti yang dirasakan Samiati salah seorang warga Berancah yang sehari-hari bekerja sebagai petani karet.
Dalam menjual hasil karet atau ojol sebutan akrab masyarakat tersebut, Samiati tak perlu lagi repot harus mengantar ke toke atau pengepul ojol sendiri. Sekarang Ia hanya sekedar menelfon dan akan diambil oleh toke tersebut.
"Dulu ada yang keliling, tapi harus dikumpulkan dulu ojol kita sampai agak banyak baru mereka (toke) mau mengambil. Bahkan juga tunggu jadwal pembelian, sehingga kita panen harus sesuai dengan jadwal," terangnya.
Lanjut ibu dua anak tersebut, saat ini dengan komunikasi yang lancar warga yang sehari-hari bermata pencaharian sebagai petani karet lebih dimudahkan. Karena, selain dapat menghubungi langsung toke, warga juga dapat memanen hasil karet sewaktu-waktu. "Sekarang kapan saja kita panen toke mau ambil. Kita hanya tinggal menghubungi," tutur Samiati.
Hal senada juga diungkapkan Lestari yang berwirausaha beternak ayam potong broiler. Dalam mengembangkan usahanya Ia juga sangat terbantu dengan kualitas jaringan yang lebih maksimal saat ini. Sebab, dalam memasarkan hasil ternaknya, Ia tak perlu lagi seperti dulu yang harus mengantarkan ke pasar.
"Awalnya ya kita tawarkan ke para pedagang di pasar. Sekarang jaringan sudah bagus kita tinggal telfon saja. Malahan saat ini kita yang ditelfon karena jaringan sudah semakin bagus," bebernya.
Selain pedagang yang menjajakan daging ayam di pasar, Ia juga kerap mendapatkan pesanan dari warga yang akan menyelenggarakan hajatan. Jumlahnya juga cukup banyak.
"Kita awal usaha hanya 500 ekor saja, sekarang kita bisa 1000. Bahkan dihari-hari besar bisa mencapai 2500 ekor," paparnya.
Dalam mengembangkan usahanya, Lestari juga sering menggali informasi melalui internet. "Jaringannya sudah semakin bagus, jadi kita bisa buka internet untuk menambah ilmu dalam budi daya ayam potong," jelasnya.
Kualitas jaringan Telkomsel yang meningkat juga turut mempermudah Agus Nurhayat mahasiswa disalah satu universitas yang ada di Pekanbaru dalam menyelesaikan tugas akhir kuliahnya. Menurut Agus Ia tak perlu lagi mencari warnet yang memang letaknya jauh dari desanya tersebut. Ia bisa mencari referensi tugas akhirnya hanya melalui gadget yang dimilikinya.
"Kalau ke warnet jaraknya hampir 7 kilometer dan belum tentu kita bisa langsung kebagian tempat. Soalnya hanya ada 5 perangkat komputer saja. Jaringannya juga kurang bagus. Jadi, saya sangat senang dengan kualitas jaringan Telkomsel saat ini," paparnya.
Dikatakan Agus, kemarin jaringan hanya 3G kini sudah dapat 4G namun memang belum sangat maksimal. Meski begitu Ia sudah cukup terbantu. Terlebih lagi jika harus bolak-balek ke Pekanbaru maka akan memakan biaya yang cukup mahal.
"Ya memang harus tetap ke kampus untuk bimbingan, tapi setidaknya jika pulang kampung saya masih bisa melengkapi tugas akhir kuliah saya," tuturnya.
Bukan hanya itu, Ia juga dapat mengakses media sosial yang dimilikinya. Seperti facebook dan juga instagram. "Ya kita berharap jaringan akan semakin bagus lagi. Sekarang paket juga sudah tersedia dengan pilihan yang beragam," bebernya.
Untuk diketahui, sepanjang 2018 Telkomsel Sumbagteng menargetkan penambahan BTS hingga 1000 BTS. "Kita sudah maksimalkan penambahan BTS hingga saat ini. Dimana untuk BTS 2G 2017 berjumlah 2000 BTS, 3G 3100 BTS dan 4G 780 BTS. Sedangkan 2018 untuk 2G sudah mencapai 2020 BTS, 3G 3100 BTS dan 4G berjumlah 1950 BTS," ujar General Manager Sales Region Sumbagteng Telkomsel Ihsan.
Sedangkan terkait pelanggan diharapkan penambahan BTS ini juga turut mendongkrak jumlah pelanggan di wilayah Sumbagteng. Dimana 2017 tercatat ada sekitar 7.310.000 <7310000> pelanggan. Sedangkan 2018 ada 6.100.000 <6100000> pelanggan yang sudah teregistrasi.
"Memang ada penurunan, ini dipengaruhi adanya kebijakan dari Kemenkominfo yang mewajibkan pelanggan untuk melakukan registrasi ulang menggunakan data pribadi sesuai KTP dan Kartu Keluarga (KK) pelanggan. Kita optimis kedepan akan merangkak naik kembali," tutup Ihsan.
(Riau Terkini)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Tekno
Apa yang Mempengaruhi Nilai Ping Koneksi Internet?
-
Tekno
Telkomsel Lucurkan Jaringan 5G Pertama di Papua
-
Pendidikan
Telkomsel Hadirkan TYES Chapter 2 Khusus Pelajar dan Mahasiswa di Sumatera
-
Tekno
MAXStream Telkomsel Rilis Serial Horor Dibalik Lubang Kunci
-
Tekno
Promo Telkomsel Paket Data 10 GB Hanya Rp22 Ribu
-
Tekno
Jajaran Manajemen Telkomsel Area Sumatera Langsung Layani Pelanggan

