• Home
  • Traveler
  • DPRD Meranti Tak Setuju Petasan Dimana-mana Rayakan Imlek

DPRD Meranti Tak Setuju Petasan Dimana-mana Rayakan Imlek

Selasa, 10 Februari 2015 19:33 WIB
MERANTI - Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, M Tauqikurrahman MSi menyampaikan rasa tidak setujunya adanya permainan petasan saat perayaan Imlek. 

Menurut Taufik, memainkan petasan dimana-mana saat perayaan tahun  Imlek, seakan-akan  tidak mengenal waktu  sehingga sangat  mengganggu masyarakat banyak    

Demikian disampaikan Taufiqurrahman dalam rilis yang dikirim humas DPRD Kepulauan Meranti, Selasa (10/2/15). Kata Taufik pembatasan penggunaan petasan (mercon) sangat perlu dilakukan, karena kalau tidak sangat mengganggu masyarakat banyak.

"Diharapkan kepada pihak kepolisian untuk membatasi penggunaan petasan ini. Bila perlu buat lokasi khusus untuk bermain petasan, sehingga kota tidak menjadi kotor, dan masyarakat tidak merasa terganggu," kata politisi muda Gerindra itu.

Dikatakan Taufiqurrahman, selain tradisi memainkan bunyi-bunyian, ada lagi tradisi yang dinilai kurang bermanfaat yaitu, maen air (seperti festifal soncran di thailand) sepanjang jalan di Selatpanjang selama lebih kurang enam hari. 

Dimana kata Taufik lagi, dalam permainan itu air dibuang-buang, padahal saat ini Meranti dalam kondisi kemarau, dan uang yang digunakan untuk itu juga sangat besar."Akhirnya menjadi mubazir," ujar Taufiq pula.

Disamping itu pula, Taufiq juga memaparkan, jika kegiatan Imlek ini diatur dengan baik, maka akan menjadi festival tahunan dan menjadi icon untuk kota Selatpanjang. Sebab, saat perayaan Imlek, banyak warga Tionghoa datang ke Kota Sagu. 

Mereka berasal dari daerah luar seperti Batam, Singapura, Thailand, dan kota-kota lain. "Selain itu, saya juga berharap ada feedback ekonomi yang warga kita dapatkan dari perayaan Imlek ini," tambahnya lagi.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar