• Home
  • Traveler
  • Disparpora Meranti Tuntaskan Master Plant Sejumlah Objek Wisata

Disparpora Meranti Tuntaskan Master Plant Sejumlah Objek Wisata

Minggu, 01 Juni 2014 16:35 WIB

SELATPANJANG - Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti berencana akan menuntaskan master plant sejumlah objek wisata di daerah ini. 

Setelah Tasik Nambus di Kecamatan Rangsang (Pulau Rangsang), tahun ini instansi tersebut kembali akan menyelesaikan master plant Tasik Putri Puyu di Pulau Padang.

Demikian disampaikan Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti Drs H Ismail Arsyad MSi, kemarin. 

Kata Ismail, perencanaan penataan kawasan (master plant) itu sangat perlu dilakukan sebelum pembangunan di mulai. Ditambahkannya, tahun 2013 lalu master plant Tasik Nambus, dan tahun ini master plant Tasik Putri Puyu yang akan diselesaikan. 

"Mudah-mudahan tahun berikutnya kita juga bisa melanjutkannya ke  Detail Engenering Design (DED) dan menuntaskan pembangunannya," kata Ismail. 

Mantan pejabat Dinas Pariwista Provinsi Riau itu menjelaskan bahwa perencanaan merupakan sebuah proses pengembangan dan pengoordinasian secara menyeluruh dari apa yang sudah ada sekarang untuk menjadi lebih baik sehingga dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. 

Dalam hal perencanaan pembangunan kawasan pariwisata, proses pengembangan dan pengoordinasian tersebut menyangkut masa depan dari suatu destinasi papariwisata. 

Proses perencanaan menggambarkan lingkungan yang meliputi elemen-elemen, sepert elemen politik, fisik, sosial, budaya dan ekonomi, sebagai komponen atau elemen yang saling berhubungan dan saling tergantung, yang memerlukan berbagai pertimbangan. 

"Berbagai elemen dalam proses tersebut merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan agar mewujudkan pembangunan kawasan pariwisata berkelanjutan dan mencapai sasaran kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan dari sebuah pengembangan," katanya. 

"Untuk menyikapi fenomena yang terjadi pada pariwisata sebagai sebuah destinasi baru dimana arah kebijakan pengembangannya hanya semata-mata mengejar pertumbuhan pendapatan (ekonomi makro)," sebut Ismail lagi. 

Pembangunan fasilitas pendukung seperi infrastruktur, kata Ismail, merupakan hal mutlak untuk dilakukan pada proses awal perencanaan sebuah kawasan pariwisata baru. 

Terlebih dengan potensi alam dan kebudayaan masyarakat setempat ikut menjadi daya tarik kawasan pariwisata-- secata signifikan akan merangsang minat wisatawan untuk berkunjung. 

Sisi lain, keterlibatan masyarakat sebagai stakeholder dan sebagai pihak yang akan merasakan langsung dampak pengembangan kawasan juga tidak bisa dikesampingkan. Masyarakat hendaknya tidak hanya dijadikan sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang berperan langsung di setiap objek wisata yang dibangun. 

"Jadi, jangan hanya dampak positif saja, tapi dampak negatif yang akan ditimbulkan juga harus diperhatikan. Selain itu, master plan juga merupakan salah satu syarat jika daerah mengajukan usulan pembangunan objek wisata ke provinsi maupun pusat. Makanya kita berupaya agar master plant seluruh tempat wisata bisa rampung, sehingga mudah mengajukan usulan pembangunannya ke provinsi atau pusat," tutup Ismail.***(fan-grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar