- Home
- Lingkungan
- Warga Lukun Gelar Goro Masal Buat Jalan Setapak di Meranti
Warga Lukun Gelar Goro Masal Buat Jalan Setapak di Meranti
Minggu, 01 Juni 2014 16:38 WIB
SELATPANJANG - Puluhan masyarakat Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dan desa tetangga, menggelar Gotong Royong (Goro) guna membersihkan badan jalan. Tak tanggung-tanggung jalan lintas Lukun-Sei Tohor yang akan dibersihkan itu sepanjang lebih kurang 22 Kilometer.
Pantauan wartawan di lapangan, Sabtu (31/5/2014), mulai dari pelabuhan hanya ada pengerasan sepanjang 6KM. Sementara menurut warga setempat jalan menuju ke Ibukota kecamatan Tebingtinggi Timur sepanjang lebih kurang 28 KM. Untuk itulah mereka menggelar gotong royong guna membersihkan lagi bodi yang yang sudah terbentuk sejak puluhan tahun silam itu.
"Dulu ini zaman Bengkalis, tapi lama kelamaan bodi jalan ini ditumbuhi semak belukar dan pohon sagu," kata warga setempat.
Menurut Mak Anjang Dare, salah satu dari beberapa perempuan yang ikut Goro hari itu, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses untuk ke Sei Tohor maupun dari Sei Tohor ke lukun.
Sementara kalau menggunakan transportasi laut ongkos PP bisa mencapai Rp300 ribu belum lagi ditambah biaya makan minum selama perjalanan.Untuk itulah mereka berinisiatif melakukan pembersihan bodi jalan ini agar akses ke Ibukota kecamatan mudah ditempuh.
Namun, setelah ditelusuri bahwa inisiator atau orang yang menggalakkan untuk menggelar Goro ini bernama Lukman. Lukman merupakan mantan Caleg pada Pileg 2014 kemarin.
Lukman yang waktu itu nomor urut 5 PDI-P Dapil Rangsang dan Tebingtinggi Timur pernah membicarakan pentingnya akses darat menuju Ibukota kecamatan. Rupanya niat untuk memiliki akses darat itu tetap dijalankan walau Lukman telah gagal duduk sebagai anggota legislatif untuk Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2014 ini.
Ketika ditemui di lokasi Goro Sabtu pagi itu, Lukman Lukun yang juga merupakan Wakil Ketua Pemuda Meranti IPM Batam tengah istrahat bersama puluhan warga. Kepada GoRiau.com Lukman mengaku Goro ini digelar setiap 5 minggu sekali, tepatnya pada hari Sabtu. Kata Lukman pula, Goro yang mereka gelar ini setelah kebutuhan infrastruktur jalan untuk masyarakat tidak bisa terealisasi lewat program pemerintah.
"Perlu kita turun sendiri," kata Lukman waktu itu.
Lukman juga mengatakan Goro minggu kedua itu masyarakat yang ikut lebih banyak dibandingkan dari minggu pertama. Meski tidak ada ajakan khusus, namun masyarakat bersama-sama turun baik lelaki maupun perempuan. Tidak hanya masyarakat Lukun yang ikut Goro ini, tetapi juga diikuti masyarakat Selatpanjang dan Batang Malas Tebingtinggi Barat.
"Kita hanya berharap partisipasi masyarakat, kita bukan tokoh di sini. Ini hanya bersifat imbauan dari mulut ke mulut saja. Bagi mereka yang tidak ada kegiatan mereka biasanya ikut Goro membersihkan badan jalan ini agar bisa dilewati nantinya. Masyarakat tahu betul kebutuhannya makanya mereka semangat," sebut Lukman yang waktu itu menyebutkan bahwa kegiatan Goro ini mereka namakan Gerakan Masyarakat Lukun Bangkit.
Lukman juga berharap, ketika badan jalan itu telah bersih, atau jalan itu telah terbuka, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti semakin mudah dalam membangun.
Sementara itu, menurut Untung Riadi salah seorang masyarakat Selatpanjang yang ikut Goro pada hari itu menyambut baik inisiatif kawan-kawan lamanya yang berada di Desa Lukun. Ia juga berharap Pemda Meranti agar bisa secepatnya membangun sedikit banyaknya jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat itu.
Hal senada juga disampaikan Amran, salah seorang tokoh masyarakat Desa Lukun. Amran mengatakan, sebenarnya masyarakat tidak butuh jalan dengan lebar mencapai belasan meter.
Mereka hanya butuh jalan itu di semenisasi dengan lebar 1.5 meter hingga 2 meter saja. "Kami hanya mengharapkan jalan itu bisa tembus. Semenisasi tidak perlu lebar-lebar cukup 1.5 sampai 2 meter saja," ungkap Amran.
Kemudian, salah seorang warga yang turut hadir dalam Goro tersebut juga mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya, untuk semenisasi jalan selebar 2 meter membutuhkan biaya Rp700 juta perkilo meter. Jadi, jika dikalkulasikan dibutuhkan biaya sebesar Rp16.100.000.000,- untuk 23 kilo meter.
"Kemarin waktu kami mengerjakan jalan dana PNPM, untuk satu KM nya sekitar Rp700 juta," katanya ketika berbincang-bincang dengan wartawan.
Dapat disampaikan pula, jalan yang sebagian besar merupakan hutan ini pada minggu pertama Goro sudah terbuka sepanjang 1.5 KM, kemudian minggu ke 2 ini ditargetkan selesai sampai 3 KM. Sisanya akan dikerjakan selepas Idul Fitri mendatang. Namun demikian, warga setempat mengaku akan tetap melakukan Goro walau tidak dihadiri Lukman dan kawan-kawan.***(fan-roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

