• Home
  • Traveler
  • Guberi Bersama Ribuan Masyarakat Maawuok di Danau Bakuok

Guberi Bersama Ribuan Masyarakat Maawuok di Danau Bakuok

Minggu, 13 November 2016 16:36 WIB
Ribuan masyakarat Kampar tumpah ruah maawuok ikan di Danau Bakuwok, di Desa Aur Sakti. Maawok dalam bahasa Kampar berarti mengacau ikan lalu bersama-sama menangkapnya.
KAMPAR - Ribuan masyakarat Kampar tumpah ruah maawo ikan di Danau Bakuwok, tepatnya di Desa Aur Sakti Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Maawok dalam bahasa Kampar berarti mengacau ikan di danau lalu bersama-sama menangkapnya. 

Tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun ini juga langsung disaksikan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri anggota DPRD Riau Masnur, Calon Bupati Kampar Azis Zainal serta berbagai undangan lainnya. 

Berbagai tangkapan didapat dari tradisi maawuo ikan di Danau Bakuok ini. Diantranya, ikan kapiak, nila, patin, salai serta ikan belida.

Kegiatan ini disebut tradisi tahunan lantaran, pengambilan ikan di danau yang panjangnya mencapai satu kilo lebih ini hanya boleh sekali setahun, setelah bibit ikan yang dimasukan sudah besar-besar. 


Di sini berlaku, jika ada ada warga mengambil ikan diluar yang ditentukan, maka akan disanksi satu ekor kerbau. Sanksi itu pun ditaati oleh masyarakat, meski sampai saat ini diketahui belum ada warga yang terkena sanksi tersebut.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang hadir pada kesempatan ini menyatakan, tradisi maawuo di Danau Bakuok ini bisa diangkat menjadi bagian even pariwisata di Riau. 

Bahkan orang nomor satu ini sempat menjanjikan ke depan, akan membangunan turap untuk mempercantik, sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang datang. 

"Kalau masyarakat kompak kita akan tambah anggaran di sini membangun turap untuk mempercantik pinggiran danau. Biar masyarakat merasa nyaman. Ini tujuan pariwisata bisa kita angkat kedepan," kata Andi Rachman, Ahad (13/11/16). 

Andi Rachman berkesempatan mengitari Danau Bakuok juga mengajak cucunya bernama Giar menggunakan perahu karet yang telah disiapkan Basarnas. 

Si cucu semata wayangnya ini tanpak larut menyaksikan ribuan masyarakat maawuok ikan dengan jala ikan menggunakan sampan. 

Bahkan ketika diajak menepi, si cucu menolak dengan 'merengek' agar tetap melanjutkan mengelilingi danau. 

Perahu karet yang ditumpangi Andi dan cucunya ini tak bisa serta merta berjalan cepat lantaran banyaknya masyarakat dan jaring-jaring ikan disetiap sisi danau. 

Setelah berkeliling mengitari masyarakat yang larut menangkap ikan, barulah kembali ke dermaga kecil. Itu pun, Andi berusaha membujuk cucunya menggunakan jasa polisi yang ikut mendapingi dengan mengatakan ikannya sudah habis. 

Lazimnya anak-anak, cucu orang nomor satu di Riau ini pun lantas tidak lagi 'ngeyel' untuk mengajak Atuknya mengitari Danau Bakuwuok tersebut. "Coba kita tanya pak polisi, pulang kita lagi," ujar Andi sambil mengedipkan mata ke polisi tersebut.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar