Gubri Besama Bupati Kepulauan Mariahkan Iven Perang Air
Selasa, 31 Januari 2017 19:18 WIB
MERANTI - Halaman Grand Hotel Meranti, Jalan Kartini, Selatpanjang, Kepulauan Meranti, mulai dipadati ribuan masyarakat dan wisatawan yang membawa pistol mainan berisi amunisi air, Selasa (31/1/17) sore.
Mereka tengah bersiap mengikuti pawai Festival Perang Air atau Cian Cui yang dibuka langsung oleh istri Gubernur Riau, Sisilita Arsyadjuliandi bersama Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Fahmizal Usman dan Bupati Kepulauan Meranti.
Rata-rata ribuan masyarakat yang berpakaian serba warna merah ini telah berbekal ember berisi air dan alat untuk berperang air seperti halnya pistol air mainan dan gayung.Sementara itu di kanan-kiri Jalan Kartini Kota Sagu ini tersedia pasokan air yang siap digunakan untuk mengikuti iven Cian Cui.
Untuk tahun ini, perang air dimulai tanggal 28 Januari 2017 hingga tanggal 2 Februari 2017 dengan rute mengelilingi 4 ruas jalan di Selatpanjang yakni Jalan Diponegoro, Kartini, Imambonjol, dan A Yani.
Selepas serangkaian acara seremonial pelepasan dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir itu, nantinya masyarakat akan berperang air dan berkeliling Kota Selatpanjang menggunakan becak motor. Seperti diketahui, iven Cian Cui masuk dalam Calendar of Event Riau 2017.
Hal itu merupakan bentuk dukungan Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman melalui Dinas Pariwisata Provinsi Riau untuk mengangkat potensi wisata yang ada di pesisir Riau itu. Dukungan dan harapan orang nomor satu di Riau itu tak sia-sia.
Pasalnya, hingga sore ini, hotel-hotel yang berada di Selatpanjang penuh. Sedangkan Plt Kadisparpora Meranti, H. Ismail Arsyad mengatakan bahwa ini merupakan tahun ke 3 Meranti mengemas acara ini.
Dimana setiap instansi atau Dinas-dinas juga ikut berpartisipasi dengan mengirimkan satu buah becak beserta personilnya. Dikatakan juga ada sekitar 120 becak yang sudah tersedia untuk memeriahkan acara perang air ini.
"Sebagai hari pembuka, seluruh lapisan masyarakat mengikuti acara perang air ini, ada yang menggunakan becak, sepeda motor dan juga sepeda dengan berpakaian seragam mereka masing-masing,tidak hanya orang tionghoa saja, orang melayu, jawa dan lainnya juga ikut meramaikannya," ujarnya.
Acara perang air ini akan berlangsung selama enam hari berturut-turut dimulai dari tanggal 28 Januari sampai selesai. "Selain masyarakat Meranti juga ada sekitar 13 orang turis yang datang hanya untuk ikut merayakan perang air ini," jelasnya.
Dikatakannya juga bahwa perang air ini dimulai dari pukul 16.00-18.00 WIB dan tidak boleh menggunakan kantong plastik, karena akan menimbulkan banyak sampah dan hanya diperbolehkan menggunakan tembak air atau gayung dan ember yang berisi air.
(wal/wal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Sosial
Gubernur Riau Teken MoU Bersama Badan Restorasi Gambut
-
Lingkungan
Riau Contoh Terbaik Dunia untuk Restorasi Gambut
-
Sosial
Gubernur Riau Sebut Kuansing Potensi Jadi Kawasan Pariwisata

