• Home
  • Traveler
  • Minyak Dunia Rendah, Harga Tiket Pesawat Diprediksi Turun

Minyak Dunia Rendah, Harga Tiket Pesawat Diprediksi Turun

Rabu, 26 November 2014 13:59 WIB
JAKARTA : Kabar gembira bagi traveler yang suka berpergian dengan menggunakan armada pesawat terbang. Karena berhembus kabar adanya terunnya harga tiket pesawat dipicu harga minyak dunia sekarang ini sudah cukup rendah dan berada di kisaran US$ 70 per barel.

Menurut VP Corporate Communications of PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Pujobroto mengatakan, hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi harga tiket. Pasalnya, penurunan harga avtur alias bensin pesawat juga tidak secepat harga minyak dunia.

"Tidak pengaruh. Karena di penerbangan itu sudah ada beberapa kategori, dalam hal ini bahwa harga tiket sudah ada variasi-variasinya, dari yang murah, agak mahal, dan mahal," kata Pujobroto dilansir detikfinance.com, Selasa (25/11/2014).

Menurutnya, murah atau tidaknya harga tiket bukan ditentukan harga minyak tetapi pelayanan yang diberikan oleh maskapai yang bersangkutan. Fasilitas yang diberikan maskapai juga menjadi faktor penentu harga tiket.

Lagipula. Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar sebelumnya sudah mengatakan turunnya harga avtur ini tidak secepat minyak dunia. Sehingga, hal ini belum memberi pengaruh yang signifikan terhadap bisnis maskapai penerbangan.

"Avtur itu 40 persen dari operating cost. Jadi kalau (harga) turun 5 persen, itu lumayan (biaya operasi) bisa turun 2 persen. Tapi masalahnya sekarang avtur itu turunnya tidak secepat harga minyak dunia ya," ujar Emir pada kesempatan yang sama. 

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil menerima perwakilan perusahaan maskapai di kantor Kemenko Perekonomian. Perusahaan penerbangan yang diwakili oleh Ketua Umum Indonesian National Air Carriers Asociation (INACA) Arif Wibowo menyampaikan keluhan-keluhan termasuk soal harga avtur.

"Ada masalah perpajakan (sistem pelaporan), avtur dan masalah lain-lain. Intinya mau jaga industri tak kolaps," ungkap Bambang.

Pertemuan masih bersifat sangat umum, karena akan dilanjutkan secara teknis dalam beberapa pertemuan mendatang. "Kita follow up masih kita dalami lagi secara teknis, yang penting kita udah punya semangat untuk menyelamatkan airline Indonesia apalagi tahun depan kita harus open sky," jelasnya.

Terkait dengan permasalahan avtur, keluhan maskapai terletak pada harga yang terlalu tinggi. 

"Sebenarnya kalau pelemahan rupiah itu mereka sudah bisa selesaikan. Karena itu masalah avturnya bukan harganya. Tadi pertamina alasannya harga di kilang kita lebih mahal dari yang impor. Kita akan cari solusinya," jelasnya.

Kesempatan sama, Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyampaikan solusi dari permasalahan ini akan diselesaikan dalam waktu dekat. "Bicara dengan industri penerbangan. Pokoknya akan adakan solusi, supaya terbantu dari beban-beban yang ada," kata Sofyan.

Rapat diselenggarakan di kantor Menkeu Bambang Brodjonegoro di Gedung Djuanda, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, dimulai pada pukul 17.00 WIB. 

(dtc/dtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar